Semua Topik

Manajemen Operasional

Permudah Operasional Resto

Minuman Es Sering Encer Saat Diantar? Ini Solusi Murah dan Efektifnya

Permudah Operasional Resto

Minuman Es Sering Encer Saat Diantar? Ini Solusi Murah dan Efektifnya

Minuman Es Sering Encer Saat Diantar? Ini Solusi Murah dan Efektifnya

Manajemen Operasional •

Diperbarui 28 September •

Baca 2 menit

Permudah Operasional Resto •

Diperbarui 28 September •

Baca 2 menit


Sebagai pemilik bisnis F&B, Anda pasti tahu betul bahwa kategori minuman dingin adalah salah satu menu yang paling laris manis, terutama saat cuaca sedang terik. Sayangnya, musuh terbesar dari minuman es untuk layanan food delivery adalah waktu dan suhu perjalanan.

Es batu yang mencair di jalan bisa merusak keseimbangan rasa, membuat kopi yang harusnya creamy atau jus yang harusnya manis menjadi hambar dan encer saat sampai di tangan pelanggan.

Jika hal ini terus dibiarkan, ulasan bintang satu bisa mampir ke resto Anda. Tentu Anda tidak ingin reputasi warung atau kafe Anda turun, bukan?

Tenang, sebagai GoFood Merchant, Anda bisa menyiasati masalah ini dengan beberapa trik operasional yang cerdas dan praktis. Yuk, simak strategi lengkapnya di bawah ini!

5 Strategi Jitu Mencegah Minuman Es Encer di Perjalanan

Minuman dingin seperti es kopi susu, es teh, jus, biasanya menjadi menu andalan di layanan pesan antar. Namun, ada satu masalah yang sering dikeluhkan, yaitu minuman terlalu encer. Bagaimana strategi pencegahannya?

1. Menyesuaikan Takaran Es dengan Waktu Pengiriman

Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah mengevaluasi formula takaran es batu khusus untuk pesanan delivery.

Banyak foodpreneur menyamakan takaran es antara pelanggan yang minum di tempat (dine-in) dengan pelanggan yang memesan lewat aplikasi online. Padahal, kebutuhan keduanya sangat berbeda.

Untuk layanan pesan antar, Anda bisa mencoba teknik ice adjusting. Kurangi volume air atau susu sedikit dan tingkatkan kepekatan rasa dari bahan baku utama (seperti espresso shot atau sirup).

Lalu gunakan es batu dengan ukuran yang lebih padat dan besar (seperti es batu kristal/tube, bukan es serut atau es yang dihancurkan secara manual).

Es batu berukuran besar memiliki luas permukaan yang lebih kecil dibanding es serut, sehingga proses mencairnya jauh lebih lambat selama di perjalanan bersama driver.

2. Menggunakan Gelas dan Tutup yang Mampu Menahan Suhu

Kemasan bukan sekadar wadah penampung, melainkan pelindung kualitas produk Anda.

Jika Anda masih menggunakan gelas plastik tipis standar yang mudah berembun, suhu panas dari luar akan dengan cepat menembus masuk dan mencairkan es di dalamnya.

Cobalah untuk berinvestasi pada kemasan yang lebih tebal, seperti gelas plastik jenis PP premium atau paper cup khusus minuman dingin yang memiliki lapisan penahan suhu. Selain itu, pastikan Anda menggunakan metode cup sealer (mesin pres plastik) daripada tutup cembung biasa (dome lid).

Metode pres plastik tidak hanya mencegah minuman tumpah, tetapi juga meminimalisasi udara panas dari luar masuk ke dalam gelas. Hasilnya, suhu dingin di dalam kemasan terjaga lebih lama.

Investasi pada kemasan yang tepat memang membutuhkan biaya tambahan, tetapi dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan membantu menjaga kualitas produk yang diterima.

3. Pisahkan Es Batu dari Minuman untuk Menu Tertentu

Strategi ini adalah salah satu cara paling ampuh yang sangat disukai oleh pelanggan aplikasi digital.

Untuk menu-menu tertentu yang rasa aslinya sangat sensitif terhadap perubahan kadar air (seperti es kopi susu premium, matcha latte, atau thai tea), berikan opsi kepada pelanggan untuk memisahkan es batunya.

Pada aplikasi GoFood Merchant, Anda bisa memanfaatkan fitur variasi atau opsi menu. Buat pilihan bagi pelanggan: "Es Dicampur" atau "Es Dipisah".

Baca Juga : Olahan Ayam yang Cocok untuk Menu Murah di GoFood

Jika pelanggan memilih es dipisah, Anda tinggal memasukkan es batu ke dalam kantong plastik klip transparan yang bersih secara terpisah. Rasa minuman dijamin tetap bold dan otentik 100% saat tiba di rumah pelanggan!

Strategi seperti ini juga sering memberikan kesan bahwa produk lebih premium dan dibuat dengan memperhatikan kualitas hingga diterima pelanggan.

4. Mendinginkan Bahan Sebelum Diracik

Banyak kesalahan operasional terjadi ketika staf resto mencampur espresso yang masih panas atau teh yang baru diseduh langsung dengan es batu untuk pesanan delivery.

Hal ini akan membuat es batu langsung mencair bahkan sebelum driver berangkat menjemput pesanan.

Pastikan seluruh bahan cair dasar (seperti susu, sirup, gula cair, teh base, hingga kopi konsentrat) sudah disimpan di dalam kulkas (chiller) terlebih dahulu sebelum diracik.

Ketika bahan-bahan cair tersebut sudah berada dalam kondisi suhu yang dingin, es batu yang dimasukkan ke dalam gelas tidak akan langsung syok dan mencair. Minuman pun tetap segar lebih lama sepanjang perjalanan.

5. Hindari Menyiapkan Minuman Terlalu Awal

Manajemen waktu (timing) di area dapur adalah segalanya. Terkadang, demi mengejar kecepatan pelayanan, staf dapur langsung membuat minuman dingin sesaat setelah notifikasi pesanan masuk, padahal driver masih dalam perjalanan menuju resto Anda.

Akibatnya, minuman tersebut telantar di meja kasir selama 5 hingga 10 menit dan mulai mencair sebelum perjalanan dimulai.

Ubahlah alur kerja operasional Anda. Dahulukan menyiapkan menu makanan yang membutuhkan proses memasak lebih lama.

Untuk menu minuman dingin, raciklah ketika driver Gojek sudah dikonfirmasi tiba di resto Anda atau sesaat sebelum makanan selesai dikemas. Dengan begitu, minuman yang dibawa oleh driver benar-benar dalam kondisi paling segar dan optimal.

Baca juga: Ingin Jualan Menu Korea di GoFood? Ini Estimasi Modal dan Tips Packaging-nya

Jadikan Minuman sebagai Peluang Menambah Penjualan

Selain menjaga kualitas minuman selama pengiriman, Anda juga bisa memanfaatkan menu minuman sebagai strategi meningkatkan penjualan.

- Menu Tambahan Murah (Add-on)

Posisikan menu minuman segar seperti es teh manis atau es jeruk dengan harga yang ramah di kantong sebagai opsi tambahan sebelum pelanggan melakukan checkout.

Pelanggan yang awalnya hanya berniat membeli makanan, akan tergiur untuk menambah minuman murah karena praktis dan sekali jalan.

- Paket Bundling Hemat

Satukan menu makanan terlaris Anda dengan minuman andalan dalam satu paket (misalnya: Paket Ayam Geprek + Es Kopi Susu).

Paket seperti ini memberikan kesan "lebih untung" bagi pelanggan dan terbukti efektif mendongkrak omzet harian resto Anda.

Cara ini dapat meningkatkan nilai transaksi tanpa harus menaikkan harga setiap menu. Di sisi lain, pelanggan juga merasa mendapatkan penawaran yang lebih menguntungkan.

Agar strategi tersebut berjalan optimal, pastikan kualitas minuman tetap terjaga hingga sampai ke tangan pelanggan.

Minuman yang tetap segar akan memberikan pengalaman yang lebih memuaskan, mendorong pelanggan melakukan repeat order, serta membantu meningkatkan completed order.

Baca juga: Harga Bahan Naik? Ini Strategi Jitu Agar Usaha Tetap Untung

Yuk, Kembangkan Bisnis Kuliner Anda Bersama GoFood Merchant!

Bagi Anda yang sedang merintis usaha kuliner rumahan atau UMKM F&B dan ingin memperluas jangkauan pasar hingga berkali-kali lipat, sekarang adalah saat yang paling tepat untuk beralih ke ranah digital.

Jangan biarkan resto Anda sepi karena hanya mengandalkan penjualan offline.

Bersama GoFood Merchant, Anda juga bisa memperoleh berbagai edukasi bisnis, menjangkau lebih banyak pelanggan, serta memanfaatkan jaringan driver Gojek yang siap mengantarkan pesanan dengan lebih praktis.

Semua ini menjadi bagian dari upaya mendukung pertumbuhan usaha kuliner Anda dengan #JalanPintarJualan.

Siap mengembangkan bisnis kuliner bersama GoFood Merchant? Bergabung sekarang melalui website resminya dan manfaatkan berbagai peluang untuk menjangkau lebih banyak pelanggan.

Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton