Semua Topik

Manajemen Operasional

Permudah Operasional Resto

Apa Itu Inventaris? Jenis, Manfaat, dan Cara Mengelolanya untuk Bisnis Kuliner

Permudah Operasional Resto

Apa Itu Inventaris? Jenis, Manfaat, dan Cara Mengelolanya untuk Bisnis Kuliner

Apa Itu Inventaris? Jenis, Manfaat, dan Cara Mengelolanya untuk Bisnis Kuliner

Manajemen Operasional •

Diperbarui 9 Agustus •

Baca 3 menit

Permudah Operasional Resto •

Diperbarui 9 Agustus •

Baca 3 menit


Pada bisnis makanan, inventaris bukan hanya bahan baku seperti ayam, beras, sayur, atau bumbu. Inventaris juga mencakup alat dapur, kemasan, perlengkapan makan, stok minuman, sampai barang pendukung lain yang membantu resto berjalan lancar setiap hari.

Jika inventaris tidak tercatat dengan baik, operasional bisa lebih mudah terganggu. Misalnya, stok bahan tiba-tiba habis saat pesanan sedang ramai, kemasan kurang saat order online meningkat, atau alat dapur rusak tanpa ada cadangan.

Hal seperti ini bisa membuat pelayanan melambat dan pengalaman pelanggan ikut menurun. Untuk itu, simak apa saja jenis-jenis inventaris dan cara mengelolanya agar stok dan operasional restoran lebih teratur.

**Baca juga: Kapan Waktu Terbaik Memproses Pembelian Pelanggan? Ini Jawabannya!**

Apa Itu Inventaris?

Inventaris adalah daftar barang yang dimiliki dan digunakan oleh bisnis untuk mendukung kegiatan operasional. Pada bisnis FnB, inventaris mencakup semua barang yang dibutuhkan untuk menyiapkan, mengemas, menyimpan, dan menjual makanan atau minuman.

Inventaris bisa berupa barang yang habis dipakai, seperti bahan baku dan kemasan. Bisa juga berupa barang yang digunakan berulang kali, seperti kompor, wajan, kulkas, blender, meja kerja, atau perlengkapan dapur lainnya.

Dengan mencatat inventaris, pemilik usaha bisa mengetahui jumlah barang yang tersedia, barang yang perlu dibeli lagi, barang yang jarang digunakan, serta barang yang rusak atau hilang. Informasi ini membantu bisnis mengambil keputusan dengan lebih rapi, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

Perbedaan Inventaris dan Stok

Inventaris dan stok sering dianggap sama, padahal keduanya punya cakupan yang sedikit berbeda.

Stok biasanya merujuk pada barang yang akan digunakan atau dijual dalam waktu dekat. Misalnya stok ayam, stok nasi, stok minuman botol, stok saus, atau stok kemasan.

Sementara itu, inventaris punya cakupan yang lebih luas. Inventaris mencakup stok bahan, perlengkapan, alat, dan barang pendukung operasional lainnya. Jadi, stok adalah bagian dari inventaris.

Contohnya, tepung, telur, dan gula termasuk stok bahan baku. Namun, mixer, oven, loyang, dan rak penyimpanan juga termasuk inventaris karena digunakan untuk mendukung produksi makanan.

Jenis Inventaris Barang

Inventaris barang dibagi ke dalam kedua kelompok besar. Hal ini dilakukan agar Anda tidak bingung ketika melakukan pencatatan barang usaha yang pastinya tidak sedikit. Berikut penjelasan lebih lanjut!

1. Barang Bergerak

Barang bergerak adalah barang yang sifatnya dapat bergerak atau berpindah. Dalam konteks usaha, barang tersebut juga harus dapat menjadi jaminan untuk pinjaman jangka pendek. Contoh barang bergerak di antaranya alat masak, gerobak, dan komputer.

2. Barang Tidak Bergerak

Sebaliknya, kelompok barang yang satu ini sulit atau bahkan tidak bisa Anda gerakkan. Namun, umumnya barang tidak bergerak bisa menjadi jaminan untuk pinjaman yang jangka waktu pelunasannya lebih panjang. Contoh barang tidak bergerak adalah bangunan toko dan tanah.

Baca juga: Cara Membuat Laporan Pencatatan Arus Kas Resto Sederhana

Jenis Inventaris dalam Bisnis Kuliner

Setiap bisnis kuliner memiliki kebutuhan inventaris yang berbeda. Namun, secara umum ada beberapa jenis inventaris yang penting untuk dikelola.

1. Bahan Baku

Bahan baku adalah inventaris utama dalam bisnis kuliner. Tanpa bahan baku, resto tidak bisa memproduksi menu yang dijual. Contohnya beras, ayam, daging, ikan, telur, sayur, buah, tepung, gula, garam, minyak, bumbu, susu, kopi, atau bahan lain sesuai jenis menu yang ditawarkan.

2. Alat Dapur

Alat dapur termasuk inventaris yang digunakan berulang kali untuk proses produksi. Contohnya kompor, oven, rice cooker, blender, chopper, panci, wajan, pisau, talenan, timbangan, dan alat masak lainnya.

3. Perlengkapan Makan

Perlengkapan makan mencakup barang yang digunakan untuk menyajikan atau melengkapi pesanan. Contohnya piring, mangkuk, gelas, sendok, garpu, sumpit, sedotan, tisu, dan perlengkapan lain sesuai kebutuhan resto.

4. Kemasan

Kemasan adalah inventaris penting untuk bisnis kuliner online. Kemasan yang tersedia dan sesuai kebutuhan membantu pesanan sampai ke pelanggan dalam kondisi rapi dan aman.

Contoh kemasan antara lain paper bowl, lunch box, cup minuman, tutup gelas, plastik, paper bag, stiker segel, wrapping, botol, dan wadah sambal atau saus.

5. Stok Minuman

Jika resto menjual minuman, stok minuman juga perlu dicatat sebagai bagian dari inventaris. Stok inibisa berupa minuman botol, air mineral, teh, kopi, susu, sirup, gula cair, es batu, topping minuman, atau bahan minuman lainnya.

6. Barang Pendukung Operasional

Selain bahan dan alat utama, bisnis kuliner juga memiliki barang pendukung operasional. Contohnya sabun cuci, cairan pembersih, sarung tangan, masker, lap dapur, label tanggal, plastik sampah, alat tulis, nota, hingga perlengkapan kebersihan.

Baca juga: Cara Cek Laporan Transaksi di Aplikasi GoFood Merchant untuk Evaluasi Menu

Manfaat Mengelola Inventaris untuk Bisnis Kuliner

Mengelola inventaris dengan rapi dapat membantu bisnis kuliner berjalan lebih efisien. Berikut beberapa manfaat yang bisa dirasakan pemilik usaha.

1. Membantu Mengatur Stok

Dengan inventaris yang tercatat, pemilik usaha bisa mengetahui jumlah barang yang tersedia. Hal ini membantu resto menghindari kondisi stok habis secara mendadak.

Misalnya, jika stok ayam tinggal sedikit, tim bisa segera melakukan pembelian sebelum jam ramai. Jika stok kemasan mulai menipis, pemilik usaha bisa menyiapkan pembelian ulang lebih awal.

2. Mencegah Barang Hilang atau Rusak

Inventaris membantu pemilik usaha memantau keberadaan dan kondisi barang. Jika ada barang yang hilang, rusak, atau berkurang tidak wajar, hal tersebut bisa lebih cepat diketahui.

3. Mengurangi Pemborosan

Pemborosan sering terjadi ketika pembelian barang tidak disesuaikan dengan kebutuhan. Misalnya, membeli bahan terlalu banyak padahal penjualan menu sedang turun. Akibatnya, bahan bisa terbuang sebelum digunakan.

Dengan inventaris yang rapi, pemilik usaha bisa melihat pola penggunaan barang. Barang yang cepat habis bisa diprioritaskan, sedangkan barang yang jarang digunakan bisa dibeli dalam jumlah lebih kecil.

4. Membantu Perencanaan Belanja

Inventaris yang tercatat membuat perencanaan belanja lebih mudah. Pemilik usaha bisa membuat daftar belanja berdasarkan kebutuhan nyata, bukan hanya berdasarkan perkiraan.

5. Menjaga Pesanan Lebih Efisien

Inventaris yang dikelola dengan baik membantu resto lebih siap menerima pesanan. Bahan tersedia, kemasan siap, alat dapur berfungsi, dan barang pendukung operasional tidak mudah habis.

Cara Mengelola Inventaris untuk Bisnis Kuliner

Mengelola inventaris tidaklah rumit. Berikut cara mengelola inventaris yang bisa Anda terapkan.

1. Buat Daftar Semua Barang

Langkah pertama adalah membuat daftar barang yang digunakan dalam operasional resto. Pisahkan berdasarkan kategori agar lebih mudah dibaca.

Contohnya:

  • Bahan baku
  • Kemasan
  • Alat dapur
  • Perlengkapan makan
  • Minuman
  • Barang kebersihan
  • Barang pendukung operasional

Catat nama barang, jumlah, satuan, lokasi penyimpanan, dan kondisi barang jika diperlukan. Untuk bahan baku, tambahkan tanggal pembelian atau tanggal kedaluwarsa agar lebih mudah dipantau.

2. Catat Jumlah Stok secara Berkala

Setelah daftar barang dibuat, lakukan pencatatan jumlah stok secara rutin. Anda bisa mencatat stok harian untuk bahan yang cepat habis, dan stok mingguan untuk barang yang lebih tahan lama.

Gunakan format yang mudah dipahami oleh tim. Bisa menggunakan buku catatan, spreadsheet, atau sistem pencatatan sederhana.

3. Tentukan Jadwal Pengecekan

Agar inventaris tidak terlupakan, tentukan jadwal pengecekan. Misalnya, bahan baku dicek setiap pagi dan sore, kemasan dicek setiap akhir hari, sedangkan alat dapur dicek setiap minggu.

Jadwal pengecekan membantu tim bekerja lebih teratur. Tidak perlu menunggu barang habis baru mengecek stok. Dengan jadwal yang jelas, kebutuhan operasional bisa disiapkan lebih awal.

4. Beri Label pada Area Penyimpanan

Label penyimpanan membantu tim menemukan barang dengan lebih cepat. Hal ini sangat berguna untuk resto yang memiliki banyak bahan dan perlengkapan.

Misalnya, pisahkan area bahan kering, bahan basah, bahan beku, bumbu, kemasan, dan barang kebersihan. Beri label yang jelas agar semua orang tahu tempat penyimpanannya.

5. Gunakan Sistem First In, First Out

Untuk bahan makanan, sistem first in, first out bisa membantu mengurangi pemborosan. Artinya, bahan yang masuk lebih dulu sebaiknya digunakan lebih dulu.

Misalnya, jika ada stok saus yang dibeli minggu lalu dan stok baru yang dibeli hari ini, gunakan stok yang lebih lama terlebih dahulu. Cara ini membantu mengurangi risiko bahan kedaluwarsa atau rusak sebelum digunakan.

6. Evaluasi Kebutuhan Barang secara Rutin

Kebutuhan inventaris bisa berubah mengikuti penjualan. Menu yang semakin laris tentu membutuhkan stok bahan lebih banyak. Sebaliknya, menu yang jarang dipesan bisa membuat bahan tertentu menumpuk.

Karena itu, lakukan evaluasi secara rutin. Lihat barang apa yang cepat habis, barang apa yang sering tersisa, dan barang apa yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan.

7. Kelola Inventaris dan Data Penjualan agar Bisnis Lebih Terarah

Inventaris yang dikelola dengan rapi dapat membantu bisnis kuliner berjalan lebih efisien dan mengurangi risiko stok habis, barang terbuang, atau operasional terhambat.

Dengan pencatatan inventaris yang teratur, pemilik usaha bisa mengambil keputusan lebih tepat dalam mengatur belanja, stok, dan kebutuhan operasional restoran.

Selain mengelola inventaris, resto juga perlu mengelola data penjualan agar strategi bisnis semakin terarah. Data penjualan dapat membantu Anda memahami menu yang paling diminati, waktu pesanan paling ramai, hingga peluang pengembangan usaha ke depannya.

Untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan mengelola usaha kuliner dengan lebih praktis, Anda bisa bergabung dengan GoFood Merchant dengan mengikuti alur pendaftaran dari Daftar GoFood untuk Perorangan atau Daftar GoFood untuk Perusahaan. Download Aplikasi GoFood Merchant untuk membantu mengelola menu, memantau pesanan, melihat performa penjualan, dan mengembangkan bisnis kuliner Anda dengan lebih mudah!


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton