Semua Topik
Keuangan dan Legalitas
Evaluasi Keuangan dan Legalitas
3 Hidden Cost di GoFood yang Sering Diabaikan Owner Restoran
Evaluasi Keuangan dan Legalitas
3 Hidden Cost di GoFood yang Sering Diabaikan Owner Restoran
3 Hidden Cost di GoFood yang Sering Diabaikan Owner Restoran
Biaya operasional restoran tidak hanya berasal dari bahan baku dan tenaga kerja. Ada beberapa biaya kecil yang sering tidak terlihat atau biasa disebut hidden cost, tetapi bisa memengaruhi margin jika tidak dihitung dengan baik.
Untuk itu sebelum menentukan harga jual makanan, sebaiknya Anda menghitung dengan detail. Jadi, hasil akhirnya juga bisa mendapatkan profit yang sesuai.
Artikel ini akan membahas cost tersembunyi yang sering diabaikan owner restoran saat berjualan di GoFood agar pengelolaan bisnis bisa lebih terkontrol.
Baca Juga: Kenali Pola Pesanan Customer untuk Promo GoFood yang Lebih Tepat
Ini Dia Hidden Cost Restoran yang Wajib Anda Pahami
Bagi Anda para foodpreneur di kota-kota besar maupun daerah yang sedang getol mengembangkan bisnis kuliner secara online, memahami struktur biaya adalah kunci utama agar tidak terjebak dalam fenomena "omzet meroket, tapi profit seret".
Mari kita bedah satu per satu tiga biaya tersembunyi tersebut dan bagaimana cara menyiasatinya melalui Portal GoFood Merchant:
1. Biaya Kemasan (Packaging) yang Kurang Diperhitungkan
Banyak owner restoran pemula yang hanya menghitung harga pokok penjualan (HPP) berdasarkan bahan baku makanan saja. Misalnya, untuk satu porsi ayam geprek, yang dihitung hanya ayam, tepung, cabai, dan minyak goreng.
Padahal, ketika Anda berjualan di platform online seperti GoFood, kemasan adalah komponen vital yang tidak boleh gratisan. Apalagi alat tambahannya seperti sendok, garpu, sumpit, dan lain sebagainya.
Hidden cost di sini sering muncul dari:
Upgrade kualitas kemasan
Beralih dari kantong plastik biasa ke paper bag atau menggunakan thinwall agar makanan tidak tumpah saat dibawa driver Gojek.
Tentu ini menambah cost Anda, apalagi sekarang harga plastik sedang naik karena kondisi geopolitik dunia.
Aksesori tambahan
Sendok, garpu, tisu, hingga stiker segel keamanan (security seal) juga membutuhkan biaya khusus. Biayanya juga tidak murah, maka dari itu harus Anda pastikan harganya.
Jika satu komponen kemasan pelengkap ini memakan biaya Rp1.500 hingga Rp3.000 per porsi, bayangkan berapa margin yang tergerus jika Anda menjual ratusan porsi per bulan tanpa memasukkannya ke dalam kalkulasi harga jual di aplikasi.
2. Potongan Promo yang "Asal Pasang"
Promo memang menjadi magnet paling kuat untuk mendatangkan pelanggan baru dan meningkatkan visibilitas resto Anda di aplikasi GoFood.
Namun, jika tidak direncanakan dengan matang, skema subsidi promo bisa menjadi hidden cost terbesar yang memotong keuntungan Anda.
Untuk menghindari jebakan ini, mari kita bedah simulasi perhitungan sederhana sebelum Anda memutuskan mengaktifkan sebuah promo.
Misalkan Anda menjual Menu Paket Ayam Bakar dengan data sebagai berikut:
- Harga Jual Normal di Aplikasi: Rp30.000
- HPP (Bahan Baku + Kemasan): Rp15.000 (Margin kotor awal: Rp15.000 atau 50%)
Sekarang, asumsikan ada komisi platform sebesar 20% + Rp1.000, dan Anda berniat memasang Promo Diskon Menu sebesar 20% (yang sepenuhnya ditanggung merchant). Cara hitungnya adalah:
- Potongan Promo (20% dari Harga Jual): 20% x Rp30.000 = Rp6.000
- Harga Setelah Diskon Promo: Rp30.000 - Rp6.000 = Rp24.000
- Pendapatan Bersih yang Diterima Resto: Rp24.000 - Rp5.800 = Rp18.200
- Margin Keuntungan Bersih (Net Profit): Pendapatan Bersih - HPP = Rp18.200 - Rp15.000 = Rp3.200
Lihat perbandingannya. Dari margin awal sebesar Rp15.000, kini keuntungan bersih Anda menyusut drastis menjadi hanya Rp3.200 per porsi akibat potongan promo dan komisi yang tidak dihitung matang sejak awal.
Jika Anda harus membayar sewa tempat dan gaji karyawan dari margin Rp3.200 ini, tentu bisnis Anda akan sangat berat.
Oleh karena itu, apabila Anda ingin mengikuti atau membuat promo di GoFood, wajib hukumnya untuk melakukan simulasi coret-coretan ini terlebih dahulu. Hitung apakah sisa marginnya masih sehat untuk menutup biaya operasional non-HPP Anda atau tidak.
3. Risiko Makanan Terbuang (Food Waste) Akibat Stok Tak Terkelola
Menjalankan resto online berarti Anda harus siap dengan ketidakpastian pesanan. Hidden cost yang ketiga adalah kerugian materiil akibat bahan baku atau makanan jadi yang terbuang karena stok tidak terkelola dengan baik.
Misalnya, Anda memprediksi akhir pekan (Sabtu-Minggu) akan ramai besar, lalu memutuskan untuk menyetok bahan baku segar untuk 100 porsi ayam atau sayuran.
Namun ternyata, pesanan yang masuk lewat GoFood pada hari itu meleset dari prediksi dan hanya habis 40 porsi.
Tanpa manajemen stok yang ketat dan pemantauan jam-jam sibuk (peak hours) yang tepat, sisa bahan baku segar tersebut berisiko membusuk, menurun kualitasnya, atau kedaluwarsa.
Alhasil, sisa 60 porsi bahan baku tersebut terbuang sia-sia dan langsung berubah menjadi kerugian bersih (net loss) yang memotong keuntungan dari penjualan harian Anda.
Hidden cost dari food waste ini sering kali tidak tercatat dalam buku kas harian, padahal modal Anda sudah keluar di awal untuk membeli bahan-bahan tersebut.
Baca Juga: Cara Membaca Pengeluaran di Portal GoFood Merchant
Cara Mengevaluasi Hidden Cost Lewat Portal GoFood Merchant
Kabar baiknya, Anda tidak perlu menebak-nebak atau menghitung semua biaya ini secara manual dengan ribet. Sebagai partner setia Anda, GoFood menyediakan Portal GoFood Merchant yang bisa Anda akses dengan mudah.
Melalui fitur laporan bisnis di portal ini, Anda bisa mengidentifikasi dan mengevaluasi biaya-biaya tersembunyi tersebut dengan cara:
Menganalisis Data Penjualan Historis
Lihat menu mana yang paling laris dan kapan waktu tersibuk restoran Anda. Ini sangat membantu untuk menentukan porsi stok bahan baku yang tepat agar bisa menekan risiko food waste.
Simulasi dan Evaluasi Promo
Anda bisa melihat performa promo yang sedang berjalan. Apakah promo tersebut benar-benar menaikkan keuntungan atau justru memotong margin terlalu dalam? Dengan begitu, Anda bisa menentukan harga dan skema diskon dengan lebih presisi.
Transparansi Pendapatan
Semua potongan komisi dan bagi hasil promo tercatat secara transparan, sehingga Anda tahu persis berapa uang bersih yang masuk ke rekening bisnis Anda.
Saatnya Kelola Hidden Cost Restoran dengan Lebih Cermat
Hidden cost atau biaya tersembunyi perlu dipantau secara rutin agar keuntungan restoran tidak tergerus tanpa disadari.
Dengan memahami biaya-biaya kecil yang muncul dari operasional harian, mulai dari kemasan hingga manajemen promo, owner restoran bisa membuat keputusan bisnis yang lebih efisien dan tepat sasaran.
Untuk itu, selalu lakukan evaluasi hasil penjualan melalui Portal GoFood Merchant secara berkala. Ingat, bisnis yang sehat bukanlah bisnis yang hanya ramai pembeli, tetapi bisnis yang memiliki manajemen keuangan dan operasional yang rapi.
Bagi Anda para UMKM kuliner atau foodpreneur pemula yang belum bergabung, jangan lewatkan kesempatan untuk memperluas jangkauan pasar Anda. Menjadi bagian dari ekosistem digital ini memberikan banyak keuntungan nyata untuk pertumbuhan bisnis Anda, seperti:
Jangkauan ke Lebih Banyak Pelanggan Toko kelontong atau resto Anda di sudut jalan kini bisa diakses oleh jutaan pengguna aplikasi. Driver Gojek Siap Mengantar Anda tidak perlu pusing memikirkan sistem kurir dan pengiriman, serahkan pada armada driver yang siap sedia. Rangkaian Edukasi Bisnis Dapatkan berbagai tips praktis, insight bisnis kuliner, panduan agar tidak terjebak hidden cost, dan trik menaikkan omzet lewat program edukasi resmi. Komunitas Partner GoFood Anda tidak berjuang sendirian. Saling membantu dan berjalan bersama komunitas sesama pemilik resto untuk saling berbagi pengalaman.
Mau jualan di GoFood? Download Aplikasi GoFood Merchant, GASampe 5 menit! Yuk, saatnya naik kelas dan kembangkan usaha kuliner Anda ke tingkat selanjutnya. #JalanPintarJualan dengan gabung GoFood Merchant, kunjungi Daftar GoFood untuk Usaha Perorangan atau Daftar GoFood untuk Perusahaan sekarang!
Apakah materi ini membantu?
