Semua Topik
Marketing
Optimalkan Promo & Iklan
Strategi Diskon Menu vs Diskon Ongkir: Mana yang Lebih Efektif?
Optimalkan Promo & Iklan
Strategi Diskon Menu vs Diskon Ongkir: Mana yang Lebih Efektif?
Strategi Diskon Menu vs Diskon Ongkir: Mana yang Lebih Efektif?
Diskon menu dan diskon ongkir sering digunakan untuk menarik pelanggan, tetapi keduanya punya dampak yang berbeda terhadap keputusan pembelian. Di era digital saat ini, konsumen kuliner semakin cerdas dalam membandingkan harga sebelum menekan tombol order.
Sebagai owner restoran, Anda mungkin sering terjebak dalam dilema: "Lebih baik memotong harga makanan atau membebaskan biaya kirim ya?"
Salah memilih strategi tidak hanya membuat promo menjadi tidak efektif, tetapi juga bisa menggerus margin keuntungan Anda secara sia-sia.
Artikel ini akan membahas perbedaan strategi diskon menu dan diskon ongkir, serta kapan merchant GoFood sebaiknya menggunakan masing-masing promo agar hasilnya lebih efektif dan mendatangkan keuntungan maksimal.
Baca Juga: Cara Meningkatkan Performa Penerimaan Pesanan Resto di GoFood
Mengenal Fitur Promo Mandiri di Aplikasi GoFood Merchant
Sebagai bentuk dukungan penuh bagi pertumbuhan bisnis F&B Anda, platform ini menyediakan kendali penuh di tangan merchant.
Di dalam Aplikasi GoFood Merchant, Anda akan menemukan dua senjata utama untuk memikat hati pelanggan, yaitu Diskon Menu dan Diskon Ongkir.
Mari kita bedah karakteristik kedua jenis diskon ini:
Diskon Menu
Ini adalah potongan harga yang langsung memotong nominal harga makanan atau minuman Anda. Potongannya bisa berupa persentase (misal: Diskon 20%) atau nominal langsung (misal: Potongan Rp5.000).
Promo ini langsung terlihat di halaman menu, membuat produk Anda terlihat jauh lebih murah dan menggiurkan pembeli.
Diskon Ongkir
Ini adalah subsidi biaya pengiriman yang diberikan kepada pelanggan. Sering kali, skema ini dikemas sebagai diskon ongkir (potongan ongkir penuh atau hingga batas nominal tertentu, misalnya potongan ongkir Rp8.000) dengan syarat minimal pembelian tertentu.
Kabar baiknya, semua skema promo ini bisa Anda racik sendiri dengan sangat fleksibel melalui halaman Promo Mandiri.
Anda bebas menentukan berapa nominal potongannya, berapa lama durasi tayangnya (apakah hanya akhir pekan atau harian), hingga membatasi kuota harian agar budget pemasaran Anda tetap terkontrol dengan aman. Baca Juga: Selain Diskon, Ini yang Bikin Restoran Menarik
Memilih Strategi yang Tepat Berdasarkan Tujuan Bisnis Anda
Tidak ada promo yang paling bagus secara mutlak. Efektivitas antara potongan harga makanan dan subsidi ongkos kirim sangat bergantung pada target dan tujuan bisnis yang ingin Anda capai saat itu.
Berikut adalah panduan praktis kapan Anda harus menggunakan masing-masing strategi tersebut:
1. Menarik Pelanggan Baru (User Acquisition)
Jika tujuan Anda adalah memikat orang yang belum pernah mencoba masakan resto Anda, Diskon Menu adalah pemenangnya.
Pelanggan baru, atau biasa disebut cold audience, memiliki hambatan psikologis (psychological barrier) yang cukup besar untuk mencoba menu baru yang belum familiar bagi lidah mereka. Apalagi jika harganya dinilai tinggi atau setara dengan resto langganan mereka.
Mereka akan berpikir dua kali karena takut kecewa jika rasanya ternyata tidak sesuai ekspektasi. Di sinilah visual potongan harga menu yang mencolok (misalnya coretan harga lama ke harga baru di aplikasi) mengambil peran penting.
Diskon menu memicu efek psikologis yang disebut Fear of Missing Out (FOMO) dan Perceived Value. Di mana konsumen merasa nilai yang mereka dapatkan jauh lebih besar daripada uang yang mereka keluarkan. Mereka akan merasa "rugi jika tidak mencoba penawaran terbatas ini."
Untuk menyiasatinya agar margin Anda tidak boncos, Anda tidak perlu mendiskon seluruh isi menu. Cukup pilih 1 atau 2 menu andalan (hero product) yang paling cepat disajikan dan memiliki ulasan paling bintang lima.
Lalu pasang diskon khusus di menu tersebut sebagai "pintu masuk" bagi pelanggan baru untuk berkenalan dengan kelezatan masakan restoran Anda.
2. Meningkatkan Repeat Order (Pelanggan Setia)
Untuk mempertahankan pelanggan yang sudah ada agar terus-terusan membeli, strategi diskon ongkir terbukti jauh lebih sakti.
Pelanggan yang sudah tahu bahwa makanan Anda enak biasanya akan mundur jika melihat biaya ongkos kirim ke rumah atau kantor mereka terlalu mahal.
Menghilangkan ongkos kirim ini akan menghilangkan hambatan terakhir mereka untuk melakukan pemesanan ulang.
3. Menaikkan Nilai Pesanan (Average Order Value)
Mau omzet per transaksi meningkat? Gunakan kombinasi diskon ongkir dengan syarat minimum pembelian. Misalnya, "Diskon Ongkir dengan minimal belanja Rp60.000".
Strategi ini otomatis mendorong pelanggan yang tadinya hanya ingin membeli satu porsi makanan seharga Rp35.000, jadi menambah pesanan camilan atau minuman ekstra agar total belanjaannya menyentuh batas minimum Diskon Ongkir tersebut.
4. Mendorong Penjualan di Jam Sepi (Flash Sale / Happy Hour)
Setiap restoran pasti punya waktu senggang (low-peak hours), misalnya jam 2 siang hingga jam 4 sore.
Untuk menstimulasi pesanan di jam-jam sepi ini, Diskon Menu dengan durasi terbatas (Flash Sale) jauh lebih efektif memicu tindakan instan dari pelanggan yang sedang mencari camilan sore dibandingkan dengan promo ongkir.
Baca Juga: Tingkatkan Transaksi dengan Promo Mandiri 'Diskon Menu'
Psikologi Konsumen: Mengapa Ongkos Kirim Begitu Sensitif?
Pernahkah Anda menemui konsumen yang rela menambah menu makanan seharga Rp15.000 hanya demi mendapatkan kupon diskon ongkir sebesar Rp8.000?
Secara matematis mereka keluar uang lebih banyak, namun secara psikologis mereka merasa menang karena tidak perlu membayar biaya berupa ongkos kirim ini.
Bagi banyak konsumen, membayar makanan terasa sebagai sebuah investasi untuk mengenyangkan perut, sedangkan membayar ongkos kirim sering kali dianggap sebagai biaya tambahan yang tidak mendatangkan nilai langsung bagi mereka.
Oleh karena itu, memanfaatkan sensitivitas ini melalui halaman Promo Mandiri adalah trik cerdas untuk mendongkrak visibilitas resto Anda di aplikasi.
Jadi, Lebih Baik Diskon Menu atau Diskon Ongkir?
Diskon Menu dan Diskon Ongkir sama-sama bisa membantu meningkatkan pesanan jika digunakan sesuai kebutuhan. Merchant perlu melihat tujuan diskon, kondisi margin keuntungan bersih, dan kebiasaan pelanggan sebelum menentukan strategi yang paling tepat.
Jangan sampai Anda jor-joran memberikan promo diskon tanpa menghitung bahwa keuntungan bersih Anda habis terpotong subsidi tersebut. Lakukan evaluasi secara berkala agar performa bisnis tetap sehat.
Selain strategi menu dan promo yang tepat, pastikan Anda juga selalu memantau efektivitas setiap promo yang Anda pasang melalui fitur laporan bisnis yang tersedia di ekosistem GoFood Merchant.
Bagi Anda para pemilik bisnis kuliner yang masih berjualan secara konvensional atau baru merintis usaha dari dapur rumah, bergabung dengan platform online adalah keputusan terbaik untuk melipatgandakan omzet.
Nikmati berbagai keunggulan kompetitif seperti menjangkau lebih banyak pelanggan yang sudah setia pada aplikasi GoFood, sudah tersedia driver yang siap mengantar, dan ada komunitas yang bisa saling bantu mengembangkan usaha.
Caranya mudah, cukup Download Aplikasi GoFood Merchant, GASampe 5 menit Anda bisa #JalanPintarJualan!
Langkah sukses bisnis kuliner Anda dimulai hari ini. Yuk, racik strategi promo terbaik Anda dengan diskon ongkir maupun diskon menu dari GoFood Merchant. Daftarkan restoran Anda sekarang juga melalui tautan resmi di Daftar GoFood untuk Usaha Perorangan atau Daftar GoFood untuk Perusahaan.

