Semua Topik

Pengenalan Layanan Pesan Antar

Pengenalan Layanan Pesan Antar

Cara Membuka Bisnis Cafe: Modal, Peralatan, dan Tips Sukses

Pengenalan Layanan Pesan Antar

Cara Membuka Bisnis Cafe: Modal, Peralatan, dan Tips Sukses

Cara Membuka Bisnis Cafe: Modal, Peralatan, dan Tips Sukses

Pengenalan Layanan Pesan Antar •

Diperbarui 22 Agustus •

Baca 2 menit

Pengenalan Layanan Pesan Antar •

Diperbarui 22 Agustus •

Baca 2 menit


Insight GoFood Merchant:

  • Modal yang dibutuhkan bervariasi, bergantung pada skala, konsep, dan strategi bisnis yang dijalankan.
  • Anda perlu melengkapi peralatan pendukung mulai dari alat barista, peralatan dapur, mesin kasir, perabot meja kursi yang nyaman, perlengkapan kebersihan, hingga dekorasi sesuai konsep cafe.
  • Kunci kesuksesan mencakup konsep yang menarik, kualitas menu, kenyamanan pelanggan, serta memanfaatkan platform digital seperti GoFood Merchant untuk memperluas jangkauan pasar dan efisiensi operasional.

Bisnis cafe sampai sekarang masih jadi peluang yang cukup menarik. Apalagi saat ini ada GoFood Merchant yang bisa membantu Anda menarik lebih banyak konsumen dalam jangkauan yang lebih luas lagi.

Tentu saja Anda butuh persiapan yang matang jika memang ingin membuka bisnis cafe. Tidak hanya bermodalkan keyakinan tapi Anda juga harus punya strategi yang tepat.

Mari cari tahu seperti apa persiapan membuka bisnis cafe mulai dari modal, peralatan, juga tips suksesnya.

Baca Juga: Cara Memulai Bisnis F&B dengan Modal Murah agar Peluang Sukses Lebih Besar

Hal pertama yang perlu dipersiapkan sebelum membuka bisnis cafe adalah modal. Kebutuhan modal tidak hanya mencakup biaya membeli peralatan atau bahan baku, tetapi juga berbagai kebutuhan sejak tahap persiapan tempat hingga cafe mulai beroperasi.

Jumlah modal yang dibutuhkan dapat sangat berbeda tergantung lokasi, luas tempat, konsep cafe, kapasitas pelanggan, hingga jenis menu yang akan dijual. Untuk cafe skala kecil hingga menengah, modal bisa dimulai dari puluhan juta rupiah dan dapat mencapai ratusan juta rupiah. Nilainya bahkan bisa lebih besar apabila Anda membeli tanah atau bangunan sendiri.

Beberapa komponen modal yang perlu diperhitungkan antara lain sebagai berikut.

1. Biaya Tanah, Sewa, atau Bangunan

Lokasi biasanya menjadi salah satu komponen pengeluaran terbesar. Jika sudah memiliki tempat sendiri, biaya ini tentu bisa lebih ringan. Namun, jika belum, Anda perlu memperhitungkan biaya sewa ruko, rumah, kios, atau area komersial.

Apabila Anda memilih membeli tanah dan membangun cafe sendiri, kebutuhan modal akan jauh lebih besar karena mencakup harga tanah, biaya pembangunan, hingga penataan area parkir dan fasilitas pendukung lainnya.

2. Renovasi dan Penataan Tempat

Tempat yang sudah tersedia belum tentu langsung siap digunakan sebagai cafe. Anda mungkin perlu melakukan renovasi seperti memperbaiki lantai, mengecat dinding, memasang listrik tambahan, membuat area dapur dan bar, memperbaiki toilet, hingga menyesuaikan ventilasi dan pencahayaan.

Besarnya biaya renovasi perlu disesuaikan dengan kondisi awal bangunan. Semakin banyak perubahan yang dilakukan, semakin besar pula dana yang perlu dialokasikan.

3. Peralatan Dapur dan Bar

Modal berikutnya digunakan untuk membeli peralatan yang mendukung proses produksi makanan dan minuman. Misalnya seperti kompor, oven, kulkas, freezer, blender, peralatan masak, hingga perlengkapan penyimpanan bahan.

Jika cafe Anda mengandalkan kopi sebagai menu utama, Anda juga perlu menyiapkan mesin espresso, grinder, timbangan, milk jug, tamper, alat manual brew, dan perlengkapan barista lainnya. Kualitas serta kapasitas peralatan dapat memengaruhi besar investasi awal.

4. Meja, Kursi, dan Perabot

Meja dan kursi menjadi bagian penting dari kenyamanan pelanggan. Selain itu, cafe dapat membutuhkan rak, meja kasir, lemari penyimpanan, meja bar, tempat sampah, hingga perabot untuk area luar ruangan jika tersedia.

Pemilihannya sebaiknya disesuaikan dengan kapasitas cafe agar Anda tidak membeli terlalu banyak perabot yang justru membuat ruang terasa sempit.

5. Dekorasi dan Interior

Dekorasi juga perlu masuk dalam perhitungan modal, terutama jika cafe mengandalkan suasana sebagai salah satu daya tarik. Anggaran ini dapat digunakan untuk lampu dekoratif, tanaman, hiasan dinding, papan nama, signage, aksesori meja, hingga elemen visual lain yang memperkuat konsep cafe.

Namun, dekorasi sebaiknya tetap disesuaikan dengan kemampuan modal. Tidak perlu menghabiskan anggaran terlalu besar hanya untuk mengejar tampilan jika kebutuhan operasional utama belum terpenuhi.

6. Sistem Kasir dan Peralatan Teknologi

Operasional cafe saat ini juga banyak terbantu oleh teknologi. Anda dapat menyediakan perangkat kasir, printer struk, tablet atau komputer, jaringan internet, hingga sistem pencatatan transaksi.

Jika menggunakan sistem POS digital, pertimbangkan pula biaya langganan atau layanan tambahan yang mungkin dikenakan secara berkala.

7. Bahan Baku Awal

Sebelum cafe dibuka, Anda perlu menyediakan stok awal bahan baku. Jumlahnya bergantung pada menu yang ditawarkan, misalnya biji kopi, susu, teh, sirup, gula, daging, sayuran, telur, tepung, bumbu, hingga bahan pelengkap lainnya.

Hindari membeli stok terlalu banyak pada tahap awal, terutama untuk bahan yang mudah rusak. Anda dapat memperkirakan kebutuhan berdasarkan target penjualan harian dan kapasitas penyimpanan.

Baca Juga: Apa Itu FnB? Panduan Lengkap untuk Pemula di Industri Kuliner

8. Perlengkapan Operasional

Selain peralatan utama, ada banyak perlengkapan kecil yang tetap membutuhkan anggaran. Contohnya gelas, cangkir, piring, sendok, garpu, sedotan, tisu, kemasan makanan, cup takeaway, apron, seragam, hingga perlengkapan kebersihan.

Meskipun nilai setiap barang mungkin tidak terlalu besar, jumlah keseluruhannya dapat menjadi pengeluaran yang cukup signifikan.

9. Gaji dan Rekrutmen Karyawan

Jika mempekerjakan barista, kasir, koki, waiter, atau staf kebersihan, masukkan biaya tenaga kerja ke dalam perhitungan modal awal.

Sebaiknya Anda sudah memiliki cadangan dana untuk membayar gaji selama beberapa bulan pertama. Hal ini penting karena cafe yang baru buka belum tentu langsung memperoleh omzet yang stabil.

10. Perizinan dan Administrasi

Anda juga perlu memperhitungkan berbagai kebutuhan administrasi bisnis. Biayanya dapat mencakup pengurusan legalitas usaha, dokumen pendukung, pajak, hingga kebutuhan administrasi lain yang sesuai dengan bentuk dan lokasi usaha.

Pastikan kebutuhan tersebut sudah direncanakan sejak awal agar tidak mengganggu operasional setelah cafe mulai berjalan.

11. Promosi dan Pemasaran

Cafe baru membutuhkan promosi agar lebih cepat dikenal. Anda bisa menyiapkan anggaran untuk membuat materi promosi, foto menu, konten media sosial, iklan digital, promo pembukaan, diskon, maupun kerja sama dengan kreator atau komunitas lokal.

Anda juga dapat memanfaatkan platform seperti GoFood Merchant untuk memperluas jangkauan penjualan secara online.

12. Dana Operasional dan Cadangan

Jangan menggunakan seluruh modal hanya untuk kebutuhan pembukaan. Sisakan dana untuk membayar listrik, air, internet, pembelian bahan baku, perawatan alat, gaji, dan berbagai biaya rutin lainnya.

Dana cadangan juga penting untuk menghadapi pengeluaran yang tidak terduga. Dengan begitu, bisnis tetap memiliki ruang untuk beradaptasi selama penjualan belum stabil.

Karena komponennya cukup banyak, kebutuhan modal bisnis cafe tidak bisa ditentukan hanya dari satu angka. Cafe dengan tempat sewa dan konsep sederhana tentu membutuhkan dana berbeda dibandingkan cafe yang membeli tanah, membangun lokasi sendiri, menggunakan mesin kopi profesional, serta memiliki desain interior yang lebih kompleks.

Karena itu, buat rincian anggaran sejak awal dan pisahkan antara biaya investasi awal, biaya operasional bulanan, serta dana cadangan agar pengelolaan modal lebih terarah.

Baca juga: Apa Itu Inventaris? Jenis, Manfaat, dan Cara Mengelolanya untuk Bisnis Kuliner

Persiapkan Tim dan Barista yang Kompeten

Selain tempat dan peralatan, bisnis cafe membutuhkan sumber daya manusia yang mampu menjaga kualitas pelayanan. Jumlah karyawan dapat disesuaikan dengan ukuran cafe dan volume pelanggan.

Jika kopi menjadi menu utama, barista memegang peran penting karena berhubungan langsung dengan kualitas minuman yang disajikan. Barista bukan sekadar bertugas membuat kopi, tetapi juga perlu memahami karakter biji kopi, penggunaan mesin, takaran resep, teknik steaming susu, hingga standar penyajian.

Konsistensi juga perlu diperhatikan. Pelanggan tentu mengharapkan rasa kopi yang sama setiap kali melakukan pembelian. Oleh sebab itu, sebaiknya cafe memiliki standar resep dan prosedur kerja yang jelas.

Selain kemampuan teknis, barista dan staf lainnya juga perlu memiliki kemampuan pelayanan yang baik. Cara berkomunikasi, menerima pesanan, menangani keluhan, dan menjaga kebersihan area kerja dapat ikut memengaruhi pengalaman pelanggan.

Jika baru memulai bisnis dengan modal terbatas, Anda dapat menyesuaikan jumlah karyawan dengan kebutuhan. Pembagian tugas yang jelas akan membantu operasional tetap efisien tanpa harus langsung memiliki tim yang terlalu besar.

Tips Sukses Pengelolaan Bisnis Cafe

Menjalankan bisnis cafe bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Ada banyak hal yang perlu dipersiapkan dan direncanakan dengan matang.

Belum lagi banyaknya pesaing di luar sana, mengharuskan Anda untuk terus kreatif dan inovatif dalam berbisnis. Berikut ada beberapa tips sukses yang dapat diterapkan saat mengelola bisnis cafe.

1. Siapkan Konsep yang Menarik

Sarapan menjadi waktu makan yang cukup krusial bagi seseorang. Penting sekali untuk memastikan makanan yang dikonsumsi di pagi hari saat sarapan mengandung gizi yang lengkap.

Anda bisa coba menawarkan menu makanan sarapan sehat dan penuh gizi kepada pelanggan. Biasanya ini akan menjadi daya tarik tersendiri apalagi untuk mereka yang tidak sempat membuat sarapan di rumah.

Tentunya menu sarapan sehat sangat beragam. Jauh lebih baik jika Anda bisa menampilkan deskripsi informasi kandungan gizi agar pelanggan semakin yakin.

2. Berikan Pilihan Menu yang Lezat dan Berkualitas

Sajikan menu makanan yang bersifat comforting di pagi hari. Biasanya orang-orang akan mencari makanan yang nyaman di lambung saat memulai hari.

Ada banyak jenis makanan yang comforting, misalnya seperti bubur, soto, dan makanan hangat lainnya. Hindari jenis makanan yang pedas karena bisa membuat lambung tidak nyaman di waktu pagi.

3. Berikan Kenyamanan bagi Pelanggan

Sarapan biasanya membutuhkan makanan dengan porsi yang tidak banyak. Sebagian besar orang hanya bisa makan sedikit saat sarapan. Hal ini terjadi karena di waktu pagi lambung belum siap menerima terlalu banyak makanan.

Jadi pastikan untuk menentukan porsi makanan secara bijak. Tidak perlu terlalu banyak agar pelanggan bisa mengonsumsi makanan dengan nyaman.

Dalam hal ini Anda bisa coba melakukan survei dan melihat menu sarapan dari resto lainnya. Hal tersebut bisa menjadi referensi dan acuan bagi resto Anda untuk menentukan besar porsi makanan.

4. Gunakan Platform Layanan Online

Sarapan orang Indonesia cukup identik dengan menu yang hangat dan makanan berkuah bisa jadi pilihan. Meskipun memang makanan jenis ini cukup ribet untuk dikemas tapi peminatnya masih banyak.

Lain halnya dengan jenis makanan yang simple seperti roti lapis untuk sarapan. Anda bisa coba menghadirkan makanan berkuah karena banyak orang yang mencari makanan jenis ini di pagi hari.

Hanya saja Anda perlu memikirkan dengan baik seperti apa kemasan makanannya nanti. Pastikan kuah dikemas dengan rapi dan aman agar tidak tumpah saat sampai di tangan pelanggan.

Baca juga: Jual Menu Paket Murah di GoFood? Ini Cara agar Pelanggan Tidak Ragu Pilih Resto

Bergabunglah dengan GoFood Merchant untuk Pengelolaan Bisnis Cafe

GoFood Merchant akan menjadi pilihan platform yang tepat bagi Anda dalam mengelola bisnis cafe. Inilah #JalanPintarJualan bagi Anda agar bisa menjangkau pelanggan lebih banyak. Setelah bergabung di sini, Anda bisa memperkenalkan bisnis cafe ke lebih banyak orang.

Saat ini proses pendaftaran GoFood Merchant juga sangat mudah dan cepat. Anda bisa langsung mengunduh Aplikasi GoFood Merchant dan mengisi data untuk pendaftaran, hanya butuh 5 menit saja! Klik Daftar GoFood Usaha Perorangan atau Daftar GoFood Perusahaan sekarang!

Setelah terdaftar, Anda akan menemukan banyak fitur menarik yang bisa membantu bisnis lebih berkembang. Tersedia pula rangkaian edukasi untuk pengembanga usaha. Bahkan di sini ada juga kesempatan bergabung bersama Komunitas Partner GoFood.

Maksimalkan pula fitur laporan bisnis yang bisa diakses melalui Portal GoFood Merchant. Dengan adanya fitur ini Anda akan mendapatkan data akurat yang berguna dalam analisis bisnis dan penentuan strategi ke depan.

Yuk, unduh Aplikasi GoFood Merchant di Play Store atau kunjungi website GoFood Merchant sekarang untuk melakukan pendaftaran.

Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton