Semua Topik

Manajemen Operasional

Permudah Operasional Resto

Strategi Menjual Makanan dengan Masa Konsumsi yang Singkat ala Tampah

Permudah Operasional Resto

Strategi Menjual Makanan dengan Masa Konsumsi yang Singkat ala Tampah

Strategi Menjual Makanan dengan Masa Konsumsi yang Singkat ala Tampah

Manajemen Operasional •

Diperbarui 8 Desember •

Baca 5 menit

Permudah Operasional Resto •

Diperbarui 8 Desember •

Baca 5 menit


image - 2025-12-08T130903.233.png

Di tengah maraknya dessert dan camilan kekinian yang bermunculan di mana-mana, ada satu usaha yang memilih tetap setia pada rasa asli Nusantara. Banyak orang mungkin berlomba-lomba mengikuti tren, tapi berbeda dengan mentor KOMPAG satu ini. Kak Dafina justru melihat keunikan dan kekuatan camilan tradisional Indonesia. Dari kecintaan pribadi terhadap jajanan pasar hingga akhirnya menjadi bisnis yang berkembang pesat, perjalanan Tampah menunjukkan bahwa makanan sederhana dengan resep turun-temurun tetap punya tempat spesial di hati banyak orang.

Yuk Kenalan dengan Tampah!

Tampah lahir dari hobi Kak Dafina dan kakaknya yang sama-sama suka banget jajan kue basah Indonesia. Terinspirasi dari resep keluarga, terutama nenek yang jago banget bikin kue, Tampah akhirnya menggabungkan resep tradisional dengan sedikit sentuhan modern agar tetap cocok dengan selera pelanggan masa kini.

Sudah berdiri selama 10 tahun, sekarang Tampah sudah memiliki 60 jenis kue, 45 jenis di antaranya siap di jual setiap hari! Sistem in-out SKU diterapkan agar pelanggan tidak bosan dan selalu menemukan hal baru. Tampah juga mengedepankan sentuhan budaya Indonesia di luar menu, seperti penggunaan kemasan rotan dan motif batik yang membuat produk terlihat lebih hangat serta bernilai lokal.

Strategi Menjual Makanan dengan Masa Konsumsi yang Singkat

Menjual kue basah dan jajanan tradisional bukanlah perkara mudah, terutama karena masa konsumsinya yang relatif singkat. Namun Tampah berhasil melakukannya melalui sejumlah strategi yang konsisten dan terukur. Apa saja yang dilakukan oleh tim Tampah? BizTips sudah merangkumnya di bawah ini!

a. Produksi per Kloter untuk Menjaga Kesegaran

Kue basah tidak dapat bertahan lama secara alami. Oleh karena itu, Tampah menerapkan sistem produksi per kloter dan memastikan setiap produk yang dijual selalu dalam kondisi segar. Produksi kloter pertama dilakukan mulai dari jam 2 pagi untuk penjualan jam 6–10 pagi. Kemudian, ada produksi kloter kedua di jam 8 pagi dan produksi kloter ketiga di jam 3 sore.

b. Pengemasan yang Aman dan Dipikirkan Matang

Untuk memastikan kue sampai ke pelanggan dalam kondisi terbaik, terutama lewat layanan pesan antar daring, Tampah sangat memperhatikan cara pengemasannya. Mereka menggunakan kemasan ekstra, memisahkan kuah atau sambal agar tidak bercampur, serta menitipkan pesan khusus kepada Mitra Driver untuk membawanya dengan baik. Semua produk juga dipastikan aman dibawa dengan motor agar tidak mudah rusak di perjalanan. Bahkan saat musim hujan, Tampah menambah perlindungan dengan kemasan ganda supaya kualitas kue tetap terjaga saat tiba di tangan pelanggan.

c. Menyesuaikan Tampilan tanpa Menghilangkan Keaslian Rasa

Tren makanan kekinian membuat banyak anak muda mulai kurang mengenal jajanan tradisional. Untuk menembus pasar ini, Tampah menyesuaikan tampilan dan penyajian agar lebih menarik, namun tetap mempertahankan rasa serta resep asli.

d. Memanfaatkan Promo dan Iklan GoFood

Tampah juga sangat maksimal memanfaatkan promo dan iklan GoFood karena memahami bahwa pelanggan sangat mempertimbangkan harga secara online (daring) dan mudah tergoda oleh banyak pilihan lain di aplikasi. Dengan rutin mengikuti promo dan menggunakan fitur iklan, Tampah bisa tetap terlihat oleh pelanggan tanpa harus mengorbankan margin terlalu besar, apalagi banyak campaign yang biayanya disubsidi oleh GoFood. Strategi ini terbukti efektif karena sejak pertama bergabung dengan GoFood, penjualan Tampah melonjak hingga lebih dari 2000%.

e. Mendengarkan Pelanggan

Tampah juga sangat serius dalam mendengarkan pelanggan. Setiap ulasan di GoFood selalu dipantau, komplain ditangani secepat mungkin, dan kualitas rasa serta tampilan kue dijaga agar tetap konsisten. Pendekatan sederhana namun penting ini terbukti efektif dalam mempertahankan rating toko sekaligus membangun kepercayaan pelanggan dari waktu ke waktu.

f. Meningkatkan Penjualan melalui Produk Hampers

Minat pelanggan terhadap hampers menjadi peluang baru untuk Tampah. Untuk menjawab kebutuhan ini, Tampah menyiapkan hampers dengan desain kemasan yang menarik, dilengkapi kartu ucapan dan pita, serta harga yang tetap terjangkau. Mereka juga menyediakan berbagai variasi paket agar cocok bagi pelanggan yang ingin mengirim ke banyak orang sekaligus. Dengan bergabung dalam program GoFood Gifting, proses pembelian hampers menjadi jauh lebih praktis dibandingkan transaksi manual lewat chat karena jadwal pengiriman, alamat, hingga detail pemesanan semuanya sudah otomatis teratur di aplikasi.

KOMPAG: Komunitas yang Mendukung Pertumbuhan GoFood Merchant

Selain mengelola Tampah, Kak Dafina juga aktif sebagai Mentor KOMPAG. Buatnya, pengalaman ini menyenangkan karena bisa bertemu banyak merchant yang semangat belajar dan hanya butuh sedikit arahan untuk memaksimalkan fitur-fitur GoFood agar usahanya makin cuan.

Salah satu kegiatan favorit adalah Pojok Belajar, sesi tatap muka yang sudah diadakan di banyak kota. Di sini, para merchant bisa langsung tanya dan berdiskusi seputar bisnis tanpa harus bingung mencari tempat belajar. Kak Dafina sendiri sangat merekomendasikan program ini karena materinya jelas, praktis, dan bisa langsung dipakai.

Menjual makanan dengan masa konsumsi singkat memang menantang, tapi perjalanan Tampah menunjukkan bahwa dengan produksi per kloter, pengemasan yang aman, menjaga konsistensi rasa, serta memanfaatkan GoFood dan promo dengan cerdas, tantangan tersebut bisa diubah menjadi peluang. Kunci utamanya adalah mengutamakan kualitas, mendengarkan pelanggan, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Strategi-strategi ini tidak hanya menjaga cita rasa kue, tetapi juga memastikan bisnis tetap berkembang, bahkan di tengah persaingan yang ketat dan tren makanan yang terus berubah.


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton