Semua Topik

Manajemen Operasional

Evaluasi agar Resto Berkembang!

Strategi Menentukan Target Pasar yang Tepat Ala Salad Point

Evaluasi agar Resto Berkembang!

Strategi Menentukan Target Pasar yang Tepat Ala Salad Point

Strategi Menentukan Target Pasar yang Tepat Ala Salad Point

Manajemen Operasional •

Diperbarui 17 Oktober •

Baca 7 menit

Evaluasi agar Resto Berkembang! •

Diperbarui 17 Oktober •

Baca 7 menit


Dari Kebutuhan Pribadi Jadi Inspirasi Bisnis Sehat: Kisah Salad Point

Menjalani pola hidup sehat sering kali dimulai dari kebutuhan pribadi. Namun, bagi Putra Siburian selaku pemilik Salad Point, kebutuhan itu justru menjadi titik awal lahirnya sebuah brand lokal yang kini dikenal banyak orang sebagai pelopor salad segar yang terjangkau dan mudah dijangkau. Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat, Salad Point hadir membawa misi sederhana, yaitu membuat makanan sehat bisa dinikmati siapa saja tanpa harus mahal atau membosankan.

Berdiri pada tahun 2017, Salad Point berangkat dari pengalaman pribadi sang pendiri yang memiliki kondisi kesehatan tertentu dan membutuhkan asupan makanan sehat setiap hari. Setelah mencoba berbagai katering diet, muncul ide untuk menghadirkan salad dalam konsep yang lebih praktis dan menarik. Dari dapur rumahan hingga bergabung di GoFood, Salad Point tumbuh dengan konsep cloud kitchen sebelum akhirnya membuka lokasi offline (luring) di Bogor pada tahun 2019. Meski pandemi melanda di 2020, semangat untuk menghadirkan salad lokal yang mudah diakses, murah, dan tetap lezat tak pernah padam, bahkan masa pandemi menjadi momentum Putra Siburian untuk fokus sepenuhnya sebagai entrepreneur di bidang kuliner sehat.

Kini, Salad Point dikenal bukan hanya karena misinya, tapi juga karena menu andalannya yang segar, praktis, dan penuh cita rasa, seperti Salad Roll, Summer Caesar Wrap, Afternoon Sandwich, dan Kebab Premium, pilihan lezat yang membuktikan bahwa makanan sehat tetap bisa memanjakan lidah.

Strategi Salad Point dalam Memahami Konsumen

Kesuksesan sebuah brand kuliner tak hanya ditentukan oleh rasa dan kualitas produk, tapi juga oleh seberapa baik brand tersebut memahami konsumennya. Sejak awal berdiri, Salad Point percaya bahwa kunci bertahan dan berkembang di industri makanan sehat adalah dengan benar-benar mengenali siapa yang ingin mereka layani. Melalui riset pasar, pengamatan tren, hingga eksperimen menu, setiap langkah dilakukan dengan satu tujuan, yaitu menghadirkan makanan sehat yang terasa dekat, relevan, dan mudah dijangkau oleh semua orang yang peduli pada gaya hidup seimbang.

1. Awal Mula Menentukan Target Pasar

Sejak tahun 2017, Salad Point mulai membangun pasar dengan pendekatan langsung kepada komunitas yang memiliki tingkat kesadaran hidup sehat (health consciousness) tinggi. Beberapa langkah awal yang dilakukan antara lain:

  • Menyasar individu yang aktif berolahraga dan sering mengunjungi pusat kebugaran.
  • Bekerja sama dengan beberapa tempat gym untuk memperkenalkan produk salad segar.
  • Membangun koneksi dengan komunitas yang memiliki minat terhadap gaya hidup sehat dan makanan bergizi.

2. Faktor yang Dipertimbangkan Ketika Menentukan Target Pasar

Dalam menentukan arah pasar yang tepat, Salad Point mempertimbangkan beberapa faktor utama:

A. Karakteristik Konsumen yang Dituju

Segmentasi pasar Salad Point ID meliputi:

  • Gen Z & masyarakat urban
  • Kalangan millennial
  • Komunitas olahraga atau gym
  • Profesional muda & pekerja kantoran

B. Perkembangan Tren Konsumen

Beberapa tren yang menjadi perhatian Salad Point ID:

  • Meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya kesehatan
  • Kebutuhan makanan yang praktis dan cepat disajikan
  • Harga tetap menjadi salah satu pertimbangan utama

C. Menentukan Keunggulan Utama (Value Proposition)

Keunggulan Salad Point ID mencakup:

  • Healthy made easy: sehat, praktis, dan lezat
  • Jaminan kesegaran dengan bahan lokal berkualitas
  • Brand yang fun & relatable untuk gaya hidup aktif

Cara Mengidentifikasi dan Membuat Menu yang Diminati Target Pasar

Untuk memastikan setiap menu sesuai dengan preferensi pasar, Salad Point menerapkan strategi riset dan inovasi berkelanjutan, seperti:

  • Identifikasi tren makanan sehat seperti makanan berbasis tumbuhan, tinggi protein, dan rendah kalori.
  • Melakukan uji coba menu baru dalam skala kecil (limited menu test) untuk mengukur respon konsumen.
  • Menyesuaikan cita rasa dan konsep menu dengan preferensi lokal dan karakter segmen pasar.

Lebih lanjut, dalam menentukan harga jual produk, Salad Point menerapkan pendekatan yang seimbang antara kualitas dan keterjangkauan yang meliputi:

  • Menggunakan metode Harga Pokok Penjualan (HPP) ditambah margin keuntungan yang ditargetkan.
  • Mempertimbangkan daya beli konsumen di segmen yang dituju.
  • Melakukan benchmarking (patokan) harga kompetitor untuk menjaga daya saing tanpa mengorbankan kualitas bahan.

Contoh Penghitungan HPP dari Salad Point

image (95).png

Strategi Salad Point Menjaga Kualitas dan Kepercayaan Konsumen

Di tengah semakin banyaknya brand makanan sehat yang bermunculan, menjaga konsistensi dan kualitas menjadi tantangan utama bagi setiap pelaku usaha. Bagi Salad Point, kunci untuk tetap relevan bukan hanya soal menciptakan menu baru, tetapi juga bagaimana memastikan pengalaman pelanggan selalu memuaskan dari waktu ke waktu. Dengan memegang prinsip “kualitas adalah bentuk promosi terbaik,” Salad Point berkomitmen untuk terus memperkuat performa resto dan mempertahankan loyalitas pelanggan di setiap langkah operasionalnya.

Untuk dapat bertahan di tengah kompetisi, Salad Point fokus pada empat pilar utama dalam menjaga kualitas performa resto.

1. Operasional Harian

  • Membuat dan menjalankan SOP secara konsisten, dengan format sesederhana mungkin agar mudah diterapkan.
  • Melakukan monitoring kebersihan dan keselamatan makanan (food safety) secara berkala untuk memastikan standar higienitas tetap terjaga.
  • Menyelenggarakan training rutin bagi karyawan agar setiap anggota tim memahami standar pelayanan dan kualitas produk.

2. Kontrol Kinerja

  • Menggunakan Portal GoFood Merchant untuk memantau penjualan, performa menu, dan kepuasan pelanggan secara real-time.

3. Peningkatan Berkelanjutan

  • Mengumpulkan dan meninjau feedback (umpan balik) dari pelanggan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan menu maupun layanan.
  • Meriset kompetitor untuk mencari inspirasi, membandingkan performa, dan menemukan peluang inovasi.

4. Kontrol Kualitas SOP

  • Membuat SOP yang jelas dan terukur agar seluruh tim memiliki standar pelayanan yang sama.
  • Melakukan training & refresh berkala untuk memastikan kualitas pelayanan tetap konsisten.
  • Monitoring harian di setiap outlet untuk memahami kondisi aktual operasional.
  • Audit & evaluasi berkala guna mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
  • Mendorong peningkatan berkelanjutan demi menjaga loyalitas pelanggan dan daya saing brand.

Selain menjaga performa operasional, Salad Point juga menjalankan berbagai inisiatif untuk memastikan pelanggan lama tetap setia dan pelanggan baru merasa diterima.

  1. Mengetahui dan mempelajari kebutuhan pelanggan dengan cara mengidentifikasi preferensi, kebiasaan, dan ekspektasi pelanggan melalui observasi, survei, serta feedback.

  2. Membangun pengalaman pelanggan yang konsisten dengan cara menjaga standar pelayanan, rasa, dan kualitas produk agar setiap pelanggan mendapatkan pengalaman yang sama, baik online maupun offline.**

  3. Program pemberian hadiah dan loyalitas lewat promo, reward, atau program loyalti bagi pelanggan yang rutin memesan Salad Point, baik melalui aplikasi maupun kunjungan langsung.

Contoh program yang ditawarkan oleh Salad Point

kartu loyalitas salad point.png

  1. Engagement & Komunitas

    • Membangun kedekatan dengan pelanggan lewat media sosial dan komunitas gaya hidup sehat.
    • Mengadakan kegiatan interaktif seperti giveaway, kolaborasi dengan influencer, atau kampanye bertema kesehatan.

Tumbuh Bersama Komunitas: Peran KOMPAG dalam Perjalanan Salad Point

Menjalankan bisnis tidak hanya tentang membangun produk dan strategi, tapi juga tentang terus belajar dan bertumbuh bersama sesama pelaku usaha. Setelah melewati perjalanan panjang dalam menciptakan brand salad lokal yang sehat, praktis, dan terjangkau, Salad Point menemukan nilai tambah besar ketika bergabung dalam komunitas yang memiliki semangat serupa. Di sinilah peran KOMPAG (Komunitas Partner GoFood) menjadi bagian penting dalam perjalanan mereka.

Sebenarnya, Salad Point sudah cukup lama menjadi bagian dari KOMPAG. Namun, baru pada tahun ini brand tersebut berkesempatan untuk aktif sebagai mentor. Pengalaman ini menjadi sesuatu yang berharga, bukan hanya karena bisa berbagi cerita dan pengetahuan, tetapi juga karena justru banyak pelajaran baru yang diperoleh dari sesama anggota komunitas. Menurut Salad Point, bergabung dalam komunitas seperti KOMPAG sangatlah penting bagi para pelaku usaha. Di sana, semua bisa saling mendukung, bertukar pengalaman, dan menemukan inspirasi untuk terus berkembang, bahkan di tengah tantangan industri yang dinamis.

Perjalanan Salad Point dimulai dari kebutuhan pribadi untuk hidup sehat, berkembang menjadi brand lokal yang berkomitmen menghadirkan salad segar dan lezat, hingga kini menjadi bagian dari komunitas yang mendorong pertumbuhan bersama. Setiap langkah, mulai dari menentukan target pasar, menjaga kualitas, hingga membangun hubungan dengan pelanggan, adalah cerminan tekad untuk terus belajar dan beradaptasi.

Bagi Anda yang belum bergabung dengan KOMPAG, Anda dapat klik tautan di bawah ini dan langsung bergabung secara GRATIS!


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton