Semua Topik

Manajemen Operasional

Evaluasi agar Resto Berkembang!

Mau Usaha Sukses? Nyambel Rampai Geh Bongkar 5 Hal yang Bisa Buat Usaha Anda Sulit Berkembang

Evaluasi agar Resto Berkembang!

Mau Usaha Sukses? Nyambel Rampai Geh Bongkar 5 Hal yang Bisa Buat Usaha Anda Sulit Berkembang

Mau Usaha Sukses? Nyambel Rampai Geh Bongkar 5 Hal yang Bisa Buat Usaha Anda Sulit Berkembang

Manajemen Operasional •

Diperbarui 11 September •

Baca 7 menit

Evaluasi agar Resto Berkembang! •

Diperbarui 11 September •

Baca 7 menit


Setiap orang memiliki kesempatan untuk mulai membangun bisnis, namun sayangnya, tidak semua orang dapat menjalankan dan mempertahankannya hingga usaha tersebut berkembang menjadi sukses. Banyak rintangan dan tantangan yang akan datang dalam proses mengembangkan bisnis tersebut. Tidak hanya itu, para pemilik usaha tersebut juga seringkali melakukan beberapa kesalahan saat menjalankan usaha.

Meski begitu, bukan berarti kesalahan dalam berbisnis tersebut tidak bisa dihindari. Dengan cepat menyadari kesalahan, maka semakin cepat pula Anda dapat belajar dan mencegah kesalahan yang sama terjadi lagi. Lantas, apa saja kesalahan yang harus dihindari untuk membuat bisnis cepat berkembang? Nah, kali ini Gianto selaku pemilik resto Nyambel Rampai Geh akan membahas 5 kesalahan dalam bisnis yang harus dihindari, serta tips mengidentifikasi kesalahan dalam berbisnis. Yuk, simak ulasannya!

Kenalan dengan Nyambel Rampai Geh, Yuk

Berhasil menyelesaikan pendidikannya di Lampung membuat Gianto akhirnya memilih mengadu nasib dengan merantau bersama abangnya ke Jakarta. Meski harus mencari jalan sendiri tanpa saudara dan kerabat, Gianto mencoba berbagai pekerjaan serabutan sembari dirinya mencari pekerjaan yang layak. Salah satu pekerjaan yang ia geluti saat itu adalah menjadi penonton bayaran. Setelah dua tahun berjalan, pada 2012 Gianto akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan di bidang ritel. Ulet dalam bekerja di bidang tersebut sukses membantunya diangkat ke posisi supervisor. Hingga pada tahun 2016, dirinya memilih untuk resign dan memutuskan untuk menjadi driver di GoCar sembari mendirikan usaha Nyambel Rampai Geh sebagai pemasukan sampingan.

Saat pertama kali membangun usaha Nyambel Rampai Geh ini, Gianto sebenarnya tidak berekspektasi besar terhadap bisnisnya. Dia bahkan membangun bisnis ini awalnya hanya sebagai pemasukan sampingan dan penyalur hobi memasaknya. Namun pada tahun 2019, dirinya mulai fokus untuk lebih mengembangkan bisnisnya ini. Dengan berkonsep pecel lele tenda, Gianto pertama kali membuka warungnya di depan Pasar Slipi. Awal usaha ini berdiri, resto milik Gianto menggunakan nama Sambal Rampai, meskipun saat itu ia hanya membuat sambal yang fresh dan dibuat dadakan setiap ada pembelian dari customer. Namun sayangnya, banyak pelanggan yang mengajukan keluhan karena nama Sambal Rampai pada restonya ternyata tidak sesuai dengan rasa sambal rampai khas Lampung pada umumnya.

Dengan banyaknya keluhan tersebut, akhirnya Gianto pun memodifikasi sambal buatannya dengan menambahkan buah rampai. Saking sulitnya mendapatkan buah rampai, ia bahkan harus membeli sampai ke Lampung dan dikirim melalui travel. Setelah memperbarui sambal rampai tersebut, pelanggan yang sebelumnya mengajukan keluhan pun diundang kembali untuk mencoba rasa dari sambal rampai yang terbaru. Seluruh pelanggan pun memberikan respon positif. Banyak konsumen yang akhirnya menjadi ketagihan dan membuat resto pecel lelenya menjadi semakin ramai. Uniknya dari sambal rampai buatan Gianto adalah sambal tersebut dibuat dengan rasa lebih manis dibanding sambal rampai lainnya. Ia menambahkan gula sesuai dengan selera masyarakat di daerah Jakarta. Sukses membuat sambal rampai, Gianto juga mengembangkan sambal unik lain yang ia namakan sambal belur. Dengan pembuatan sambal yang fresh dan dadakan sesuai dengan pembelian yang masuk, sambal belur ini cenderung memiliki rasa pedas manis. Tidak kalah dengan sambal rampai, sambal belur ini juga menjadi salah satu sambal favorit pelanggan Nyambel Rampai Geh.

Suksesnya Nyambel Rampai Geh Bersama GoFood

Berhasil membangun usaha Nyambel Rampai Geh hingga 2 tahun tidak membuat Gianto merasa puas. Dirinya mulai mengembangkan usahanya dengan memasarkan restonya melalui media sosial Instagram @sambelrampaiofficial. Tidak hanya itu, Gianto bahkan membuka peluang lain dengan mendaftar ke GoFood pada tahun 2019. Meskipun sudah mendaftar di GoFood, awalnya Gianto tidak memfokuskan diri untuk membesarkan restonya di aplikasi tersebut. Namun setelah restonya berpindah lokasi ke kolong flyover wilayah Slipi dan mengalami penurunan omzet, ia pun mulai memaksimalkan restonya di aplikasi GoFood. Hasilnya pun memuaskan. Setelah berjalan sekitar 4 bulan, omzet yang berhasil dikantongi Nyambel Rampai Geh pun berhasil meningkat. Jika diakumulasikan, pendapatan tersebut bahkan melonjak hingga 2 sampai 3 kali lipat. Kendati demikian, omzet tersebut bukan berasal dari keberuntungan restonya saja. Gianto giat menggali berbagai informasi ke grup Facebook KOMPAG. Dirinya banyak mempelajari dan menerapkan berbagai tips yang dibagikan, seperti mengikuti promo, memasang foto produk yang ciamik, dan memanfaatkan berbagai fitur Aplikasi GoFood Merchant lainnya. Tidak hanya itu, relasi yang terjalin dengan sesama GoFood Merchant dalam grup Facebook tersebut juga banyak membantu dirinya mendapatkan berbagai strategi memajukan bisnis di GoFood.

Meskipun begitu, kondisi tersebut berubah saat datang pandemi. Di awal penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Gianto memilih untuk libur dan pulang ke kampung halamannya. Sayangnya, saat ingin kembali ke Jakarta, ada larangan bepergian yang membuatnya harus menetap lebih lama di Lampung. Modal yang seharusnya digunakan bahkan habis untuk kebutuhan sehari-hari. Dirinya bahkan harus menjual emas agar memiliki modal untuk berjualan kembali. Nasib masih berpihak baik pada Gianto. Saat kembali berjualan Nyambel Rampai Geh di masa pertengahan pandemi, restonya justru laris manis. Tak tanggung-tanggung, Gianto berhasil melakukan ekspansi resto pecel lele tendanya hingga mencapai 19 cabang sampai 2022 lalu.

Selama perjalanannya membangun bisnis, pria kelahiran Jawa Lampung ini ternyata memiliki cerita unik, lho. Salah satu pelanggan setia resto Nyambel Rampai Geh, Rani, diketahui merupakan asisten Kaesang Pangarep, anak bungsu Presiden Joko Widodo. Kebiasaan Rani yang menikmati makanan di resto Gianto ini membuat Kaesang turut penasaran dengan rasa sambal rampai khas Lampung tersebut. Hal itu membuat Kaesang akhirnya memutuskan untuk mencoba langsung mendatangi cabang pertama Nyambel Rampai Geh di daerah Slipi. Sayangnya, Kaesang saat itu tersesat dan tidak menemukan resto tersebut dan membuatnya terpaksa harus membeli melalui aplikasi GoFood.

Namun saat proses driver antri di resto, ternyata Kaesang harus menunggu lebih lama karena transaksi di resto sedang ramai. Hal itu membuatnya semakin penasaran untuk mencoba mendatangi langsung resto pecel lele ini. Saat makanannya sudah datang, ternyata rasanya pun cocok dengan seleranya. Kaesang pun memutuskan untuk datang ke cabang kedua di daerah Gambir. Berkat rasa sambal rampai tersebut, Nyambel Rampai Geh pun menjadi salah satu usaha kuliner yang diundang Kaesang untuk mengikuti program support UMKM.

5 Kesalahan dalam Bisnis yang Perlu Dihindari

Ada beberapa kesalahan yang selalu menjadi perhatian utama Gianto untuk membuat restonya selalu berkembang, antara lain:

1. Bahan baku tidak segar

Kesegaran bahan baku menjadi komponen penting untuk menyajikan cita rasa produk terbaik. Bahan baku yang tidak segar akan menciptakan permasalahan jangka panjang pada resto Anda, seperti rasa makanan yang tidak enak, keracunan makanan, hingga kehilangan kepercayaan pelanggan. Untuk itu, Anda perlu memperhatikan cara penyimpanan dan perawatan setiap bahan baku yang digunakan. Simpanlah seluruh bahak baku tersebut pada tempat dan suhu yang tepat.

2. Pelayanan yang buruk

Untuk memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, pelayanan yang baik dapat menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan. Selalu memberikan pelayanan yang baik dapat membantu Anda dalam menjangkau konsumen baru, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan membuat penjualan resto meningkat. Anda dapat mulai menerapkan kebiasaan kepada para pegawai untuk selalu bersikap ramah, siap sedia ketika ditanya oleh konsumen, dan mau mendengarkan pendapat jika terdapat keluhan dari pelanggan.

3. Kurangnya inovasi

Salah satu faktor kegagalan dalam membangun bisnis yaitu para pemilik usaha enggan untuk berpikir kreatif. Alasannya karena ketika menu-menu tersebut dirilis berhasil menarik minat pelanggan, sehingga para pemilik usaha ini memilih untuk mempertahankan komposisi menu tersebut pada restonya. Meskipun tidak sepenuhnya salah, tapi Anda juga perlu memperhatikan kualitas dan selera pelanggan yang kian hari memiliki perbedaan selera. Oleh karena itu, diperlukan inovasi untuk mencegah adanya rasa bosan yang dapat menyebabkan angka penjualan pun menjadi menurun. Selain itu, inovasi juga dapat membantu Anda dalam mempertahankan loyalitas pelanggan untuk berpindah ke kompetitor.

4. Manajemen keuangan tidak rapi

Manajemen keuangan bisa menjadi salah satu cara agar bisnis yang dibangun dapat berjalan baik dan selalu berkembang. Sayangnya, banyak pebisnis pemula yang tidak memperhatikan hal ini. Padahal dengan mengatur keuangan secara teliti dan rapi dapat membantu Anda dalam menyusun strategi pengelolaan operasional resto. Selain pengeluaran, Anda bisa mulai untuk menghitung jumlah konsumen yang datang setiap harinya, apa saja jenis menu yang sering dibeli, dan lain sebagainya.

5. Tidak memiliki strategi pemasaran yang baik

Masih ada banyak pebisnis yang kurang memperhatikan penyusunan strategi pemasaran yang baik. Padahal strategi pemasaran yang tepat akan menjadikan bisnisnya semakin mudah untuk berkembang. Ada banyak strategi pemasaran yang bisa Anda lakukan untuk mempromosikan produk Anda, seperti membuat iklan di aplikasi GoFood, mendaftar di media sosial dan website, atau bekerjasama dengan influencer kuliner yang biasa melakukan review makanan.

Tips mengidentifikasi kesalahan dalam berbisnis

Untuk menghindari berbagai kesalahan di atas, Gianto memberikan tips cara cepat mengetahui adanya kesalahan dalam proses pengembangan bisnis Anda, yakni:

1. Lakukan evaluasi secara menyeluruh

Ada banyak komponen evaluasi yang harus Anda terapkan, mulai dari operasional, finansial, kualitas makanan, pelayanan pelanggan, bahkan hingga pemasaran kreatif. Untuk itu, buatlah daftar aspek yang menjadi prioritas Anda dalam mengevaluasi bisnis.

2. Lakukan evaluasi usaha secara berkala

Anda bisa mengevaluasi setiap bulan, triwulan, ataupun tahunan. Melakukan evaluasi secara rutin dapat membantu Anda menghindari masalah yang akan timbul dan lebih cepat menemukan peluang untuk mengatasi masalah tersebut.

3. Lakukan survei kepada pelanggan

Anda bisa lebih dulu menyusun daftar pertanyaan untuk menganalisis permasalahan atau aspek yang ingin Anda evaluasi. Selain mendapatkan masukan terkait bisnis, melakukan survei juga dapat membantu Anda membangun hubungan yang baik dengan pelanggan.

Nah, itulah beberapa kesalahan dan tips mengidentifikasi kesalahan yang selalu dilakukan oleh Gianto dalam memajukan bisnis Nyambel Rampai Geh miliknya. Melakukan kesalahan dalam berbisnis memang menjadi situasi yang sangat umum terjadi, tapi dengan persiapan yang matang, Anda dapat lebih bijak dalam mengambil keputusan yang tepat. Bagi Anda yang mau tahu strategi dan tips menarik lainnya untuk mengembangkan resto, yuk, gabung ke Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) sekarang! Banyak materi edukasi serta kemudahan berjejaring dengan sesama pengusaha kuliner se-Indonesia, lho!


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton