Semua Topik

Manajemen Menu dan Inovasi

Siapkan Menu di GoFood

Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Hindari Kerugian Keuangan Usaha Anda

Siapkan Menu di GoFood

Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Hindari Kerugian Keuangan Usaha Anda

Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Hindari Kerugian Keuangan Usaha Anda

Manajemen Menu dan Inovasi •

Diperbarui 10 Agustus •

Baca 5 menit

Siapkan Menu di GoFood •

Diperbarui 10 Agustus •

Baca 5 menit


Harga Pokok Penjualan (HPP) penting diketahui agar pemilik usaha bisa menentukan harga jual dengan lebih tepat. Tanpa perhitungan HPP yang jelas, bisnis bisa terlihat ramai pesanan tetapi ternyata margin keuntungannya terlalu kecil.

Dalam usaha makanan, pesanan yang banyak belum tentu otomatis untung besar. Ada biaya bahan baku, kemasan, tenaga kerja, sampai operasional harian yang perlu dihitung.

Untuk menghindari kerugian pada bisnis Anda, yuk simak cara menghitung HPP berikut ini!

Baca Juga: Cek Detail Cara Menghitung HPP di GoFood dengan Tepat!

Apa Itu HPP?

HPP adalah total biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang dijual. Pada bisnis kuliner, HPP bisa dipahami sebagai biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu menu sampai siap dijual kepada pelanggan.

Misalnya, Anda menjual ayam geprek. Maka HPP-nya tidak hanya dihitung dari ayam saja, tetapi juga nasi, sambal, tepung, minyak, kemasan, sendok, saus tambahan, hingga biaya lain yang berhubungan langsung dengan proses produksi menu tersebut.

Dengan mengetahui HPP, pemilik usaha bisa menentukan harga jual yang lebih masuk akal. Harga tidak hanya dibuat berdasarkan perkiraan, ikut harga kompetitor, atau sekadar terlihat murah. HPP juga membantu pemilik usaha melihat apakah sebuah menu masih menguntungkan atau perlu dievaluasi. Jika HPP terlalu tinggi, Anda bisa meninjau kembali bahan baku, ukuran porsi, kemasan, atau strategi harga yang digunakan.

Kenapa HPP Penting untuk Usaha Makanan?

Menghitung HPP penting karena bisnis makanan memiliki banyak biaya kecil yang sering tidak terasa. Jika hanya dihitung secara kasar, biaya tersebut bisa menumpuk dan mengurangi margin keuntungan.

Contohnya, selisih Rp1.000 dari kemasan mungkin terlihat kecil. Namun, jika dalam sehari ada 100 pesanan, biaya tambahan tersebut menjadi Rp100.000 per hari. Dalam sebulan, angkanya bisa menjadi cukup besar dan memengaruhi keuntungan usaha.

Selain itu, HPP membantu Anda menentukan strategi promo dengan lebih aman. Banyak pemilik usaha memberikan diskon tanpa menghitung margin. Akibatnya, promo memang bisa menarik pelanggan, tetapi keuntungan yang tersisa terlalu kecil.

Dengan mengetahui HPP, Anda bisa lebih mudah menjawab pertanyaan penting seperti:

  • Apakah harga jual menu sudah cukup aman?
  • Berapa minimal harga jual agar tidak rugi?
  • Berapa diskon maksimal yang masih bisa diberikan?
  • Menu mana yang paling menguntungkan?
  • Menu mana yang perlu dievaluasi dari sisi biaya?

Jika pertanyaan ini bisa dijawab dengan data, keputusan bisnis akan lebih rapi dan tidak hanya berdasarkan perkiraan.

Komponen Biaya yang Perlu Dihitung dalam HPP

Sebelum menghitung HPP, Anda perlu memahami komponen biaya yang masuk dalam perhitungan. Untuk bisnis makanan, beberapa biaya utama yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut.

1. Biaya Bahan Baku

Biaya bahan baku adalah biaya utama yang digunakan untuk membuat menu. Contohnya ayam, daging, ikan, sayur, beras, tepung, telur, bumbu, saus, minyak, susu, cokelat, dan bahan lainnya.

Agar perhitungan lebih akurat, hitung bahan baku berdasarkan porsi. Misalnya, satu kilogram ayam bisa digunakan untuk 10 porsi. Jika harga satu kilogram ayam adalah Rp40.000, maka biaya ayam per porsi adalah Rp4.000.

Lakukan hal yang sama untuk bahan lain. Semakin detail perhitungan bahan, semakin mudah Anda mengetahui biaya sebenarnya dari setiap menu.

2. Biaya Kemasan

Untuk bisnis makanan online, kemasan tidak boleh diabaikan. Kemasan adalah bagian penting dari HPP karena langsung digunakan dalam setiap pesanan.

Biaya kemasan bisa mencakup box makanan, paper bowl, cup minuman, plastik, stiker, sendok, garpu, tisu, segel, hingga tas kemasan. Jika setiap pesanan membutuhkan kemasan senilai Rp2.000, maka biaya tersebut harus masuk dalam perhitungan HPP.

Kemasan yang baik memang bisa meningkatkan pengalaman pelanggan, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan margin usaha. Pilih kemasan yang aman, rapi, dan sesuai dengan karakter menu, tanpa membuat biaya terlalu tinggi.

3. Biaya Tenaga Kerja Langsung

Tenaga kerja harus menjadi bagian dari perhitungan HPP, terutama jika ada staf yang terlibat langsung dalam proses produksi makanan. Misalnya staf dapur, staf persiapan bahan, atau staf pengemasan.

Untuk menghitungnya, Anda bisa memperkirakan biaya tenaga kerja per porsi. Misalnya, total biaya tenaga kerja harian dibagi dengan jumlah pesanan rata-rata per hari.

Contoh, jika biaya tenaga kerja per hari adalah Rp200.000 dan rata-rata pesanan harian 100 porsi, maka biaya tenaga kerja per porsi adalah Rp2.000.

Perhitungan ini membantu Anda melihat apakah biaya produksi masih seimbang dengan harga jual.

4. Biaya Operasional Terkait Produksi

Selain bahan baku dan tenaga kerja, ada biaya operasional lain yang berhubungan dengan proses produksi. Misalnya gas, listrik, air, minyak goreng, biaya penyimpanan bahan, dan perlengkapan dapur.

Tidak semua biaya operasional harus dimasukkan secara detail ke setiap menu, tetapi Anda harus membuat estimasi. Tujuannya agar harga jual tidak hanya menutup biaya bahan, tetapi juga membantu menjaga keberlanjutan operasional usaha.

Misalnya, Anda bisa menghitung rata-rata biaya operasional bulanan, lalu membaginya dengan jumlah porsi yang terjual dalam sebulan. Dari sana, Anda bisa mendapatkan estimasi biaya operasional per porsi.

Baca juga: 5 Rekomendasi Ide Jualan Makanan Berbahan Dasar Pistachio yang sedang Hits!

Rumus Menghitung HPP

Secara umum, rumus HPP bisa dihitung dengan cara berikut:

Cara Menghitung HPP

Contoh: Anda membuat 20 porsi rice bowl ayam dengan total biaya sebagai berikut:

  • Bahan baku: Rp180.000
  • Kemasan: Rp40.000
  • Biaya tenaga kerja langsung: Rp30.000
  • Biaya operasional terkait: Rp20.000
  • Total biaya produksi: Rp270.000

Maka HPP per porsi adalah: Rp270.000 / 20 porsi = Rp13.500

Artinya, biaya untuk membuat satu porsi rice bowl ayam adalah Rp13.500. Jika Anda menjualnya dengan harga Rp18.000, maka selisihnya adalah Rp4.500 per porsi sebelum memperhitungkan biaya lain atau strategi promo.

Cara Menentukan Harga Jual dari HPP

Setelah mengetahui HPP, langkah berikutnya adalah menentukan harga jual. Cara paling sederhana adalah menambahkan target margin keuntungan ke dalam HPP.

Rumusnya: Harga Jual = HPP + Margin Keuntungan

Contoh, jika HPP satu menu adalah Rp13.500 dan Anda ingin margin keuntungan 40%, maka perhitungannya bisa dibuat seperti ini:

  • Margin keuntungan = Rp13.500 x 40% = Rp5.400
  • Harga jual = Rp13.500 + Rp5.400 = Rp18.900

Anda bisa membulatkan harga jual menjadi Rp19.000 agar lebih mudah dipahami pelanggan.

Namun, menentukan harga jual tidak hanya soal rumus. Anda juga perlu mempertimbangkan daya beli pelanggan, harga kompetitor, nilai produk, porsi, kualitas bahan, dan positioning resto.

Jika produk Anda punya keunggulan tertentu, seperti bahan premium atau porsi lebih besar, harga jual bisa disesuaikan dengan nilai yang ditawarkan.

Baca juga: Strategi Analisis Efektivitas Menu yang Dapat Meningkatkan Pendapatan Usaha Makanan!

Maksimalkan Penjualan dengan Gabung GoFood Merchant

Menghitung HPP membantu pemilik usaha memahami biaya sebenarnya dari setiap menu yang dijual. Dengan perhitungan yang lebih rapi, keputusan soal harga, promo, dan stok bisa dibuat dengan lebih aman.

Selain menghitung HPP, Anda juga perlu memperluas peluang penjualan agar bisnis bisa terus berkembang. Salah satu caranya adalah dengan bergabung bersama GoFood Merchant agar produk Anda bisa menjangkau lebih banyak pelanggan.

Download juga Aplikasi GoFood Merchant untuk mengelola bisnis dengan lebih praktis. Melalui aplikasi ini, Anda bisa mengelola menu, memantau pesanan, melihat performa usaha, dan menyusun strategi penjualan yang lebih sesuai dengan kebutuhan bisnis kuliner Anda!

Daftar GoFood Merchant caranya mudah! Ikuti langkah-langkah yang ada di Daftar GoFood untuk Usaha Perorangan atau Daftar GoFood untuk Perusahaan sekarang juga lalu Anda bisa langsung jualan online!


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton