Semua Topik

Manajemen Menu dan Inovasi

Optimalkan Menu di Halaman GoFood

Menu Berkuah Jadi Andalan Resto? Jangan Sampai Rasa dan Teksturnya Berubah Saat Diantar

Optimalkan Menu di Halaman GoFood

Menu Berkuah Jadi Andalan Resto? Jangan Sampai Rasa dan Teksturnya Berubah Saat Diantar

Menu Berkuah Jadi Andalan Resto? Jangan Sampai Rasa dan Teksturnya Berubah Saat Diantar

Manajemen Menu dan Inovasi •

Diperbarui 14 Juli •

Baca 3 menit

Optimalkan Menu di Halaman GoFood •

Diperbarui 14 Juli •

Baca 3 menit


Menjaga kualitas makanan berkuah yang dijual seperti soto ayam, bakso, mie ayam, rawon dan sebagainya merupakan tantangan utama bagi banyak merchant GoFood. Saat bahan makanan berkuah cepat rusak, maka kerugian bukan hanya datang dari sisi biaya.

Tetapi ada pula kualitas produk menurun dan kepercayaan pelanggan juga terancam. Oleh karena itu, penting bagi para penjual untuk tahu cara membungkus makanan berkuah yang baik dan benar.

Pada artikel kali ini akan dibahas lebih detail terkait cara menjaga kualitas makanan berkuah. Penting untuk dipahami oleh para merchant yang khusus menjual makanan-makanan berkuah. Simak caranya berikut ini!

6 Cara Packing Makanan Berkuah yang Tepat, Merchant Harus Tahu!

Tantangan terbesar seorang penjual makanan berkuah adalah menjaga rasa, tekstur dan keamanan makanan saat diterima oleh pelanggan. Beberapa pengalaman buruk seperti kuah yang berubah rasa atau isian yang melempem karena kuah panas seharusnya dapat diminimalisir.

Berikut ini cara packing makanan berkuah yang tepat saat proses delivery dilakukan. Penting bagi para merchant untuk mengikutinya, antara lain:

1. Pisahkan Kuah dan Isian

Pertama, pisahkan kuah dan isian agar tidak lembek, melempem atau memicu tumpahan yang berlebih. Cara packing seperti ini wajib dilakukan bagi para penjual makanan berkuah seperti bakso, soto ayam, mie ayam dan sejenisnya.

Penggunaan kemasan terpisah atau kantong plastik khusus untuk menampung kuah agar aman dapat menjaga rasa dan tekstur makanan tetap baik. Dengan begitu, pelanggan dapat mencampur semua jenis kemasan makanan sesaat sampai di rumah.

2. Gunakan Wadah Anti Tumpah

Merchant yang menjual makanan berkuah perlu menyiapkan wadah atau kemasan anti tumpah. Wadah plastik food grade seperti thinwall bisa menjadi opsi yang tepat agar makanan tidak rembes atau bocor.

Wadah yang dikhususkan untuk menu basah pasti sudah teruji anti bocor. Jangan lupa untuk perhatikan lapisan penyekat antara kuah dan isi agar tidak tercampur dan berisiko lembab berlebih.

3. Koordinasi Tepat dengan Driver

Untuk menjaga kualitas makanan berkuah, merchant wajib melakukan koordinasi yang tepat dengan mitra driver. Selain itu, Anda juga harus memastikan estimasi waktu yang realistis, tepat dan up to date untuk mencegah keterlambatan pengiriman ke pelanggan.

4. Manfaatkan Teknik Double Sealed

Packaging makanan berkuah memang lebih riskan tumpah, sehingga tidak ada salahnya Anda memanfaatkan teknik double sealed. Artinya, Anda tidak hanya mengandalkan tutup bawaan wadah.

Untuk pengiriman makanan jarak jauh, rekatkan tutup wadah menggunakan lakban makanan. Hal ini berguna untuk memastikan tutup makanan tidak bergeser saat terguncang di perjalanan.

5. Cantumkan Label dan Instruksi

Cara berikutnya adalah mencantumkan label dan instruksi membawa makanan berkuah agar tidak ada miskomunikasi antara penjual, driver dan pelanggan. Label dan instruksi ini dapat berupa tips aman dalam membawa makanan.

Atau cantumkan instruksi penyajian setelah makanan sampai di tangan pelanggan. Sebagai penjual, Anda wajib meminimalisir error dengan berbagai cara atau instruksi di awal.

6. Ikuti Standard Operating Procedure yang Tersedia

Proses operasional yang rapi dapat meminimalisir waktu tunggu dan risiko kesalahan merchant. Itulah mengapa setiap staf yang ada wajib mengikuti SOP (Standard Operating Procedure) yang tersedia.

Seperti menyiapkan menu yang ramah delivery, menggunakan jenis kemasan yang sudah teruji. Tak lupa untuk memastikan penggunaan daftar checklist packing untuk setiap menu, seperti label isi, instruksi pemanasan ulang dan sejenisnya.

Baca juga: Contoh SOP Resto yang Mudah Diterapkan untuk Usaha Makanan Pemula

Strategi Menjaga Kesegaran Bahan Makanan Berkuah

Saat Anda menjual makanan berkuah, menjaga kualitas rasa dan tekstur merupakan aspek krusial yang harus dipenuhi. Ada satu lagi aspek yang dapat mempertahankan kredibilitas brand Anda, yaitu kualitas dan kesegaran bahan baku makanan.

Bayangkan jika Anda menjual mie ayam, tetapi kualitas bahan baku sudah kehilangan kesegarannya karena salah manajemen penyimpanan. Hal ini dapat merusak reputasi bisnis Anda.

Untuk itu, simak beberapa strategi tepat dalam menjaga kesegaran bahan makanan berkuah berikut ini:

1. Terapkan Sistem FIFO (First In First Out)

Strategi FIFO sudah familiar untuk bisnis F&B, karena strategi ini mencegah bahan baku kadaluarsa tertinggal di belakang. Sistem ini mengutamakan bahan baku yang pertama dibeli harus digunakan terlebih dahulu.

Dengan begitu, kualitas kesegaran bahan baku dan rasa tetap terjaga. Agar sistem ini berjalan optimal, penting bagi penjual untuk memahami manajemen penyimpanan bahan baku yang baik.

2. Pahami Setiap Karakteristik Bahan

Setiap bahan baku makanan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Memahami setiap karakteristiknya sangat penting bagi penjual agar dapat menjaga ketahanan bahan baku.

Misal, bahan baku daging merah harus disimpan di tempat yang jauh lebih dingin dibandingkan sayur. Sehingga, dengan memahami karakteristik bahan baku dapat menentukan jenis penyimpanan yang tepat.

3. Rutin Lakukan Quality Check

Menjaga bahan baku agar tetap berkualitas perlu adanya quality check berkala dan rutin. Anda dapat mulai untuk membuat jadwal cek rutin, mulai dari pengecekan kualitas bahan, tekstur, warna hingga bau.

Tidak ragu untuk membuang bahan baku yang sudah tidak segar dan mencurigakan. Kerugian kecil tersebut dapat menyelamatkan reputasi bisnis Anda di kemudian hari.

4. Buat Zona Penyimpanan yang Baik

Menjaga kualitas bahan baku bisnis kuliner perlu effort yang tidak sedikit. Terlebih jika Anda menjual makanan berkuah yang membutuhkan kualitas dan kesegaran bahan baku setiap harinya.

Oleh karena itu, buatlah zona penyimpanan bahan baku terbaik. Misal, memisahkan zona penyimpanan bahan baku mentah, bahan baku siap olah hingga bahan baku siap saji.

Pastikan juga untuk menyimpan bahan baku yang mudah diakses oleh tim dapur agar setiap aktivitas operasional berjalan lancar dan makanan sampai ke tangan pelanggan dengan baik.

Maksimalkan Penjualan Menu Berkuah Bersama GoFood Merchant

Berbisnis makanan berkuah memang perlu strategi khusus yang bertujuan untuk menjaga kualitas rasa dan tekstur makanan saat sampai di tangan pelanggan. Oleh karena itu, penting bagi penjual untuk terus berinovasi dan menjaga reputasi makanannya.

Tips di atas dapat membantu Anda untuk meningkatkan kualitas makanan dan pelayanan delivery agar tetap disukai pelanggan. Anda dapat mempelajari strategi lainnya dengan bergabung menjadi GoFood Merchant.

Yuk, Daftar GoFood Merchant untuk Perorangan sekarang dan tingkatkan omzet penjualan Anda!

Baca juga: Penjelasan Lengkap 8 Fitur Utama yang Ada di Aplikasi GoFood Merchant

article-image

Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton