Semua Topik

Manajemen Menu dan Inovasi

Optimalkan Menu di Halaman GoFood

Cara Mengantisipasi Plagiarisme Foto Menu agar Resto Tidak Merugi

Optimalkan Menu di Halaman GoFood

Cara Mengantisipasi Plagiarisme Foto Menu agar Resto Tidak Merugi

Cara Mengantisipasi Plagiarisme Foto Menu agar Resto Tidak Merugi

Manajemen Menu dan Inovasi •

Diperbarui 23 Januari •

Baca 3 menit

Optimalkan Menu di Halaman GoFood •

Diperbarui 23 Januari •

Baca 3 menit


Pencurian dalam bentuk apa pun pasti merugikan bagi pemilik usaha makanan. Bagi GoFood Merchant mungkin sudah tidak asing dengan berbagai modus penipuan yang mengincar mereka, seperti meminta kode OTP karena alasan pencairan dana, pemaksaan pengambilan akun GoFood Merchant, isi formulir bodong, hingga ada pihak yang mengaku sebagai karyawan Gojek dan minta transfer sejumlah dana dengan iming-iming akan diberikan merchandise khusus dari GoFood!

Tidak hanya mengincar akun dan uang, pencurian juga dapat menyasar aset-aset milik resto salah satunya adalah aset foto yang diplagiarisme, yaitu tindakan mengambil foto tanpa izin, kemudian menggunakannya untuk kepentingan lain, seperti promosi, komersial, atau manipulasi, yang dapat merugikan usaha makanan Anda secara reputasi maupun finansial.

Baca juga: Cara Membuat Paket Menu yang Menarik untuk Gaet Lebih Banyak Pelanggan

Dampak dari Pencurian Aset Foto

Ada beberapa alasan mengapa aset foto dapat dengan mudah dicuri, yakni minimnya pengawasan sehingga menjadi celah bagi orang yang tidak bertanggung jawab serta kemudahan akses karena foto tersebut dapat ditemukan di media sosial atau platform online lainnya. Jika foto dicuri, tentunya akan menyebabkan kerugian bagi Anda, di antaranya.

1. Kerugian Finansial

Foto makanan sering kali berperan penting dalam menarik perhatian pelanggan, baik di media sosial, situs web, maupun platform pemasaran lainnya. Pemilik usaha makanan dapat kehilangan potensi pendapatan jika foto tersebut digunakan oleh pihak lain untuk tujuan komersial.

2. Kerusakan Reputasi

Reputasi adalah salah satu aset terpenting bagi usaha makanan. Foto yang mencerminkan kualitas makanan, layanan, dan atmosfer restoran berfungsi sebagai bagian dari komunikasi visual kepada pelanggan. Jika foto digunakan dalam konteks negatif atau tidak sesuai dengan nilai usaha makanan, hal ini dapat merusak citra merek resto yang sudah dibangun.

3. Persaingan Tidak Adil

Di dunia usaha, persaingan yang sehat didasarkan pada inovasi, kualitas, dan strategi pemasaran yang jujur. Namun, ketika kompetitor menggunakan aset foto milik resto tanpa izin, hal ini menciptakan persaingan yang tidak adil, di mana pihak tersebut memperoleh keuntungan tanpa berinvestasi pada pembuatan foto, yang memerlukan biaya dan upaya signifikan.

Baca juga: 7 Kata-kata Promosi yang Memancing Rasa Penasaran Calon Pelanggan!

Cara Mengantisipasi Plagiarisme Foto Menu agar Resto Tidak Merugi

Untuk meminimalkan risiko kehilangan pendapatan akibat plagiarisme foto, pemilik usaha makanan dapat melakukan hal-hal berikut ini.

1. Menambahkan Watermark pada Foto

Contoh watermark:

watermark.jpg

Watermark adalah tanda transparan berupa logo, teks, atau simbol yang ditambahkan ke foto untuk menandai kepemilikan. Watermark berguna untuk menjaga foto dari pencurian sebab logo atau simbol watermark yang dihapus dapat mengganggu estetika. Untuk mengimplementasikannya, gunakan watermark yang tidak terlalu mencolok, tetapi tetap terlihat, seperti di tengah atau di sudut foto. Selain itu, pastikan watermark tidak mudah dihapus dengan aplikasi edit.

2. Menggunakan Layanan Digital Rights Management (DRM)

DRM adalah teknologi yang digunakan untuk melindungi konten digital dari penggunaan ilegal. DRM bermanfaat untuk memberikan kontrol penuh kepada pemilik atas bagaimana foto dapat diakses, dibagikan, atau digunakan.

Reverse image search adalah alat yang memungkinkan Anda mencari penggunaan foto Anda di internet. Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah memantau penyebaran foto-foto produk Anda di situs web, media sosial, ataupun platform internet lainnya. Contoh dari reverse image search ini adalah fitur Google Images dan TinEye.

4. Melaporkan Pelanggaran Hak Cipta

Sebagai GoFood Merchant yang melek hukum, Anda dapat melaporkan penggunaan aset foto tanpa izin. Media sosial, seperti Facebook, Instagram, dan X sudah menyediakan fitur laporan pelanggaran hak cipta. Platform GoFood pun juga sudah menyediakan prosedur pelaporan untuk konten curian. Jika terjadi pencurian aset, Anda dapat melaporkannya melalui email mitrausaha@gojek.com. Jadi, Anda tidak akan mengalami kerugian baik secara finansial maupun reputasi resto.

Nah itu dia beberapa tips menjaga aset foto usaha makanan agar tidak dicuri atau diplagiarisme oleh orang yang tidak bertanggung jawab. 3 poin penting yang bisa disimpulkan dari artikel ini adalah:

  • Kemajuan teknologi yang pesat dapat merugikan pemilik usaha makanan dari berbagai aspek, salah satunya pencurian aset foto.
  • Plagiarisme atau pencurian aset foto dapat dilakukan untuk mengurangi risiko kerugian.
  • Jangan ragu untuk melaporkan ke Pusat Bantuan yang ada di dalam GoFood Merchant jika Anda menemukan aset foto Anda diplagiarisme oleh orang lain!

Jangan sampai Anda mengalami kerugian ini dan segera terapkan tips-tips yang sudah diberikan, ya!

Kemudian jika Anda ingin memaksimalkan finansial resto, sebaiknya Anda segera mengaktifkan Promo dan Iklan GoFood agar cuan makin melesat! Caranya sangat mudah, hanya klik tautan di bawah ini. Dijamin bukan scam atau penipuan, deh!


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton