Semua Topik

Manajemen Menu dan Inovasi

Inovasi Menu di GoFood

Kiat Resto Martabak Bangka Buyung Hadapi Perubahan dalam Berbisnis Kuliner

Inovasi Menu di GoFood

Kiat Resto Martabak Bangka Buyung Hadapi Perubahan dalam Berbisnis Kuliner

Kiat Resto Martabak Bangka Buyung Hadapi Perubahan dalam Berbisnis Kuliner

Manajemen Menu dan Inovasi •

Diperbarui 17 April •

Baca 5 menit

Inovasi Menu di GoFood •

Diperbarui 17 April •

Baca 5 menit


Tren makanan banyak dipengaruhi oleh banyak faktor. Namun di tengah cepatnya perubahan-perubahan tren yang terjadi, ada satu kudapan khas Indonesia yang masih eksis sejak dulu hingga kini, yaitu martabak. Makanan yang terbuat dari adonan tepung terigu ini dapat dikreasikan menjadi makanan manis maupun asin.

Kendati bahan baku yang digunakan sangat sederhana, tapi topping dari martabak sendiri inilah yang umumnya sering dikreasikan. Dengan begitu, para pengusaha kuliner yang berjualan martabak ini tidak kalah saing dengan makanan viral kekinian. Inovasi topping ini juga yang selalu diterapkan oleh Ibu Nurchayati selaku pemilik resto Martabak Bangka Buyung.

Mari kita simak bersama perjalanan Ibu Nurchayati mengembangkan Martabak Bangka Buyung!

Baca juga: 3 Strategi Pemasaran di Awal Tahun 2025 ala Tomoro Coffee!

Merek Martabak yang Sudah Berdiri Lebih dari 1 Dekade

Martabak Bangka Buyung berdiri pertama kali pada 20 Mei 2010. Sepak terjangnya selama lebih dari 10 tahun hingga saat ini patut diacungi jempol! Saat ini Martabak Bangka Buyung memiliki satu cabang di daerah Prapatan Duren, Ciputat.

Meskipun sudah lebih dari 1 dekade berdiri, hingga saat ini Martabak Bangka Buyung baru memiliki satu cabang di Prapatan Duren, Ciputat.

Bertahannya Martabak Bangka Buyung di industri kuliner sebagian besar dipengaruhi oleh kualitas makanan yang mereka jaga. Ibu Nurchayati memilih untuk tetap konsisten menggunakan bahan berkualitas meskipun kondisi ekonomi menantang. Ia tidak mengambil risiko dengan mengganti bahan demi menekan biaya karena kepuasan pelanggan adalah prioritas utama. Lebih baik mengambil keuntungan sedikit, asalkan pelanggan tetap puas dan tidak kecewa dengan cita rasa dan kualitas makanan yang disajikan.

Ibu Nurchayati percaya bahwa Martabak Bangka Buyung menghadirkan martabak dengan kualitas rasa terbaik dan ingin memberitahukannya ke lebih banyak pelanggan. Oleh sebab itu, ia memutuskan untuk bergabung dengan GoFood sejak tahun 2015. Berjualan di GoFood sukses mengubah perekonomian keluarga Ibu Nurchayati. Pada awalnya dalam sehari, mereka hanya membuat adonan martabak manis sebanyak 5kg dan menyiapkan 50 butir telur untuk martabak asin. Saat ini, setiap harinya mereka bisa menyiapkan 25kg adonan martabak manis dan 300 butir telur untuk martabak asin. Berjualan di GoFood sukses membuat Martabak Bangka Buyung dikenal lebih luas oleh calon-calon pelanggan!

Cara Martabak Bangka Buyung Adaptasi dengan Perubahan Tren

Perubahan minat dan tren di pasar menuntut Martabak Bangka Buyung menjadi resto yang fleksibel. Mereka cenderung mempertahankan resep takaran adonan dan bermain dengan topping dan rasa, khususnya untuk martabak manis. Sebagai contoh, Martabak Bangka Buyung menjual menu-menu dengan rasa Red Velvet, Blackforest, hingga pandan sehingga pelanggan tidak bosan dengan rasa adonan yang original. Mereka juga menjual variasi buah yang menyegarkan dan opsi bagi pelanggan yang mencari martabak dengan topping yang lebih sehat, seperti buat pisang, nangka, hingga kismis.

Berdasarkan risetnya beberapa waktu terakhir, tren pelanggan justru meningkat di menu-menu jadul, seperti ketan hitam. Ini menunjukkan bahwa tren makanan sangat dinamis karena tidak melulu mengikuti sesuatu yang modern dan viral, tetapi juga bisa pelanggan mencari cita rasa yang mengingatkan mereka dengan masa lalu.

Martabak Bangka Buyung juga menerapkan metode subsidi silang, di mana ada beberapa menu yang secara keuntungan mungkin rendah bahkan rugi, namun ditutupi oleh menu lain yang memberikan profit lebih besar.

Adapun biasanya profit terbesar yang diterima oleh Martabak Bangka Buyung berasal dari menu-menu favorit mereka. Menu andalan atau best seller dibagi ke dalam dua kategori. Untuk martabak manis ada menu cokelat wijen, ketan hitam, dan keju cokelat susu. Sementara untuk martabak asin, menu andalannya ada di martabak telur 3 bebek.

Strategi Tingkatkan Efisiensi Operasional Resto

Untuk menjaga agar restoran tetap relevan di tengah persaingan industri kuliner, Ibu Nurchayati sebagai pemilik selalu turun langsung melayani pelanggan dan ikut serta dalam proses pembuatan makanan sehingga kualitas rasa tetap terjaga dan tidak diserahkan sepenuhnya kepada karyawan.

Ibu Nurchayati juga menjaga harga agar tetap masuk akal, terutama di tengah kondisi ekonomi yang tidak stabil, serta selalu berusaha memberikan pelayanan terbaik. Jika terjadi keluhan atau kesalahan dalam pengiriman, Martabak Bangka Buyung tidak segan untuk menanganinya secara langsung, biasanya melalui negosiasi dan memberikan penggantian jika diperlukan agar pelanggan tetap merasa dihargai. Selain itu, Ibu Nurchayati juga memberikan insentif tambahan kepada Mitra Driver, terutama jika mereka harus melakukan pengiriman dua kali agar tidak ada pihak yang dirugikan.

Agar operasional resto semakin efisien dan mudah, Ibu Nurchayati pun turut memfasilitasi transaksi offline dengan QRIS agar lebih praktis.

Baca juga: Strategi Efektif Tingkatkan Produktivitas Dapur ala Nasi Uduk Babeh Ali

Rutin Buat Promo dan Iklan untuk Tarik Perhatian Pelanggan!

Tantangan terbesar yang dihadapi oleh Martabak Bangka Buyung saat ini adalah persaingan yang semakin ketat dan daya beli masyarakat yang menurun. Untuk menghadapinya, mereka rutin mengaktifkan promo dan iklan di GoFood karena menurut mereka, cara ini sangat efektif untuk menjangkau lebih banyak pelanggan, terutama yang berada dalam radius 4 km dari resto.

Dengan rating yang baik dan strategi promosi yang konsisten, Martabak Buyung semakin mudah ditemukan dan menarik minat konsumen baru. Promo GoFood juga berperan besar sebagai media pemasaran yang ampuh, salah satunya dengan menawarkan harga terjangkau melalui paket bundling. Sejak rutin mengikuti promo, terasa sekali perbedaannya, mulai dari penjualan meningkat dan resto menjadi lebih dikenal.

Selain meningkatkan penjualan, keuntungan lain yang dirasakan oleh Martabak Bangka Buyung adalah eksposur merek yang makin luas dan peluang untuk mempertahankan pelanggan lama sambil menarik pelanggan baru. Karena dampaknya sangat positif, Ibu Nurchayati selaku pemilik selalu merekomendasikan ke GoFood Merchant lain untuk memanfaatkan promo dan iklan GoFood.

Untuk memilih promo, ia menyarankan untuk masing-masing resto menyesuaikan dengan menu yang dijual, misalnya dengan menawarkan paket bundling, diskon ongkir saat trafik sedang sepi, atau memanfaatkan fitur Flash Sale.

Intinya, strategi pemasaran harus dilakukan dengan cerdas, seperti menjaga promosi tetap aktif, iklan berjalan konsisten, dan memanfaatkan momen kampanye diskon untuk menarik perhatian. Mereka juga aktif membagikan info promo GoFood di media sosial lengkap dengan tautannya agar pelanggan bisa langsung membeli tanpa repot.

Setelah gencar menawarkan promo, Martabak Bangka Buyung juga selalu membangun kedekatan dan komunikasi yang baik dengan pelanggan, menjaga personal branding, serta selalu mengikuti isu-isu terkini di masyarakat agar bisa menyesuaikan layanan dan menu sesuai dengan kebutuhan mereka. Bagi Martabak Bangka Buyung, menjaga kualitas dan hubungan baik dengan pelanggan adalah kunci utama untuk tetap bertahan dan relevan di tengah kondisi pasar yang menantang.

Yuk ikuti cara yang dilakukan Martabak Bangka Buyung dan menjadi relevan di mata pelanggan! Klik tautan di bawah untuk mengaktifkan Promo dan Iklan GoFood!

Pengalaman Martabak Bangka Buyung Bersama KOMPAG!

Selain menjaga kualitas dan membangun hubungan dengan pelanggan, Ibu Nurchayati selaku pemilik resto Martabak Bangka Buyung juga aktif di dalam Komunitas Partner GoFood (KOMPAG) karena peran komunitas sangat penting sebagai sumber informasi yang up-to-date.

Melalui komunitas ini, terjalin silaturahmi antar sesama GoFood Merchant, sekaligus menjadi wadah pengembangan diri secara pribadi dan sosial karena dalam bisnis, pasti butuh bantuan dan dukungan dari orang lain. Melalui KOMPAG, ia banyak mendapatkan ilmu baru, termasuk strategi promosi, iklan, hingga tips mengoptimalkan fitur di aplikasi GoFood Merchant.

Martabak Bangka Buyung pernah masuk nominasi 5 TAHUN SEMARAK KOMPAG dalam kategori GoFood Merchant Inspiratif karena perjuangan dan perjalanannya di industri kuliner yang luar biasa. Menurutnya, komunitas ini tidak hanya memberi manfaat secara finansial lewat informasi promo dan hadiah di setiap acara, tapi juga membantu memperluas jaringan, memahami pasar, dan memberikan semangat lewat dukungan sesama pelaku usaha.

Yuk ikut bergabung ke dalam KOMPAG seperti Ibu Nurchayati melalui tautan di bawah ini,

Perjalanan Martabak Bangka Buyung menunjukkan bahwa kunci bertahan dalam industri kuliner bukan hanya soal rasa, tetapi juga soal konsistensi, inovasi, dan keberanian untuk terus berkembang.

Ini 3 poin utama yang bisa Anda ambil!

Morning Meeting · SlidesMania (1).jpg


Apakah materi ini membantu?

like
dislike
Feedback

Punya saran?

Berikan saran Anda terkait materi ini atau yang ingin Anda pelajari di dalam BizTips.


Punya Pertanyaan Seputar GoFood Merchant?

Anda dapat menemukan panduan penggunaan GoFood Merchant di Pusat Bantuan untuk memudahkan Anda.

carton